Agar Si Kecil Suka Sayur, Coba Trik Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu memberikan pengetahuan soal makanan bergizi, agar anak tumbuh kuat, dalam sebuah pembelajaran jarak jauh, di Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Banten. Tempo/Jati Mahatmaji

    Seorang ibu memberikan pengetahuan soal makanan bergizi, agar anak tumbuh kuat, dalam sebuah pembelajaran jarak jauh, di Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Banten. Tempo/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta - Memberi asupan gizi yang seimbang untuk anak, terutama pada usia 5 tahun pertama, itu krusial sebab bila nutrisi tidak tercapai membuat pertumbuhan buah hati jadi tidak optimal. Salah satu risiko yang bisa terjadi adalah stunting, masalah gizi kronis akibat kurang asupan gizi dalam jangka waktu lama, termasuk kurang makan sayur.

    Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 30,8 persen atau sekitar 7 juta balita menderita stunting dibanding data pada 2013 yang menunjukkan stunting balita mencapai 37,2 persen. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017, yaitu mencapai 36,4 persen. Sedangkan menurut data Riskesdas 2018, angka stunting di Indonesia menurun hingga 23,6 persen.

    Sayangnya, orang tua sering menghadapi anak yang pemilih soal makanan dan sulit dibujuk makan sayur. Ahli gizi Luciana B. Sutanto mengatakan dalam sepiring makan anak sebaiknya ada 30 persen sayur dan buah.

    "Pilih sayur pertama untuk anak yang agak manis, dimasak matang agar rasanya enak dan empuk," kata spesialis gizi klinik dan ketua Indonesian Nutrition Association (INA) itu.

    Bila anak sudah punya kesan pertama yang buruk terhadap sayuran, akan lebih sulit untuk membujuknya memakan sayur di kemudian hari. Oleh karena itu, orang tua harus pintar-pintar memilih jenis sayuran yang bakal disukai. Misalnya wortel yang penuh vitamin A dan membantu menjaga kekebalan tubuh atau labu yang pada dasarnya berbahan lembut, cocok untuk makanan pertama anak.

    Baca juga: 10 Kiat Perkuat Imunitas Tubuh di Masa Pandemi

    Orang tua juga bisa memasak ubi yang mengandung serat, vitamin C, dan vitamin B6. Jangan lupa untuk membuat teksturnya benar-benar halus dan buang kulitnya sebelum diberikan kepada anak.

    Untuk anak yang sudah lebih besar tapi masih anti melihat sayuran yang masih berbentuk seperti aslinya, orang tua dapat mengakali dengan mencincang atau memarut sayuran dan menyelipkannya ke dalam isi piring, entah di dalam bola nasi, bakso, atau kentang tumbuk.

    Aktris Alyssa Soebandono adalah salah satu contoh ibu yang berpikir kreatif dalam menghadapi anak yang pemilih soal makanan. Sejak memberikan makanan pendamping ASI untuk buah hati, dia selalu berupaya memasak menu yang variatif agar anak tidak bosan dan berselera makan. Untuk menyiasati anak mau makan sayur, Alyssa biasanya mencincang sayuran lalu menyelipkan ke dalam makanan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.