Ada Apa dengan Daun Kumis Kucing

Reporter

Daun kumis kucing.

TEMPO.CO, Jakarta - Orthoshipon aristatus atau tanaman daun kumis kucing punya bagian tubuh yang sempurna. Mulai dari putik, benang sari, mahkota, hingga kelopak. Masing-masing berjumlah lima. Ada pula tangkai bunga, daun tangkai lengkap dengan tangkai bunga. Setangkai ada beberapa susunan bunga meruncing hingga pucuk yang belum mekar.

Warna bunganya putih, ada juga merah muda. Bentuk  benang sari nya mirip seperti kumis kucing. Menjuntai dari kelopak bunga membentuk lengkungan yang hampir sempurna.

Jenis tanaman ini sering dijadikan tanaman obat keluarga di Indonesia. Sebab daunnya mengandung senyawa bioaktif untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit. Selain itu memang cara tanam dan perawatannya sangat mudah.

Baca: 5 Manfaat Daun Kumis Kucing untuk Kesehatan, Ada Kondisi yang Dilarang

Menilik pada jurnal kimia riset yang ditulis Surahmaida, Ia paparkan bahwa ekstrak kumis kucing jika dilarutkan dengan n-Heksana dan metanol dapat jadi obat untuk beberapa penyakit. Kedua proses penelitian tersebut diidentifikasi memakai Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS).

Antara n-Heksana dan ekstrak Orthoshipon aristatus menghasilkan empat jenis senyawa bioaktif. Salah satunya 1,1-Dicylopentylethane. Dihasilkan aktivitas biologis yang berguna sebagai antiinfluenza A dan B, antitumor dan antimikroba. Keseluruhan jenis senyawa bioaktifnya punya peran antibakteri dan antitumor.

Tak jauh berbeda. Aktivitas biologis hasil larutan metanol dan ekstrak daun kumis kucing juga menunjukkan hasil yang hampir sama. Salah satunya Phytol bisa jadi antioksidan, antibodi, antikanker, juga prekursor vitamin E.

Sebelum hasil penelitian yang ditemukan Surahmaida, sejak dulu orang Indonesia sudah kenal manfaat tumbuhan ini. Mulai dari mengatasi kencing batu, menurunkan tekanan darah dan kadar gula, obat rematik dan encok, hingga meringankan masalah pernapasan.

Hingga kini jenis olahannya pun beragam. Mulai diolah jadi teh, bentuk tablet hingga ekstraknya dikemas dalam kapsul.

Walaupun mengandung banyak khasiat, ada efek samping yang perlu diwaspadai untuk beberapa orang. Seperti ibu hamil dan menyusui. Selain itu orang yang alergi jika mengonsumsi daun kumis kucing.

RAUDATUL






3 Penyebab Angioedema atau Pembengkakan Kulit

2 hari lalu

3 Penyebab Angioedema atau Pembengkakan Kulit

Pembengkakan di bawah kulit tanpa nyeri berkemungkinan menandakan angioedema


Potensi Bunga Telang yang Perlu Anda Ketahui

2 hari lalu

Potensi Bunga Telang yang Perlu Anda Ketahui

Bunga telang mengandung fitokimia yang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan.


Makan Mangga Saat Program Diet Turunkan Berat Badan Bukan Ide Bagus, Kenapa?

5 hari lalu

Makan Mangga Saat Program Diet Turunkan Berat Badan Bukan Ide Bagus, Kenapa?

Mangga sebaiknya tidak dikonsumsi untuk beberapa faktor berikut ini, salah satunya saat jalankan program diet turunkan berat badan. Mengapa?


Apa itu Anafilaksis atau Alergi Parah yang Mematikan? Ketahui Gejala dan Penyebabnya

8 hari lalu

Apa itu Anafilaksis atau Alergi Parah yang Mematikan? Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Bagi beberapa orang yang memiliki alergi parah, paparan terhadap alergen dapat mengakibatkan reaksi yang mengancam jiwa disebut anafilaksis.


Cold Urticaria: Sederet Cara Menangani Alergi Dingin

8 hari lalu

Cold Urticaria: Sederet Cara Menangani Alergi Dingin

Beberapa orang akan mengalami masalah alergi dingin atau cold urticaria. Meski tidak ada obat untuk alergi ini, namun alergi dingin dapat dikelola


Apa Itu Suku Bunga dan Fungsinya?

10 hari lalu

Apa Itu Suku Bunga dan Fungsinya?

Naik turunnya tingkat suku bunga dipengaruhi penawaran dan permintaan uang


Pakar Ingatkan Kaitan Alergi dan Camilan

12 hari lalu

Pakar Ingatkan Kaitan Alergi dan Camilan

Pakar gizi mengingatkan menyantap camilan bisa memunculkan gejala alergi yang dapat kambuh. Ini yang perlu diperhatikan.


6 Tips Aman Memperkenalkan Makanan yang Berpotensi Picu Alergi pada Anak

12 hari lalu

6 Tips Aman Memperkenalkan Makanan yang Berpotensi Picu Alergi pada Anak

Memperkenalkan alergen sejak dini dapat mengurangi risiko alergi makanan tertentu hingga 80 persen.


Bisa Kambuh, Lakukan 4 Hal Ini untuk Menangani Penyakit Vertigo

12 hari lalu

Bisa Kambuh, Lakukan 4 Hal Ini untuk Menangani Penyakit Vertigo

Apabila vertigo terasa semakin berat dan terjadi berulang kali, perlu ketahui 4 cara menangani penyakit vertigo ini.


4 Tips Mencegah Alergi Udang Tak Kumat

12 hari lalu

4 Tips Mencegah Alergi Udang Tak Kumat

Alergi udang dapat dicegah dengan tidak mengonsumsi atau berkontak langsung dengan udang atau zat yang terkandung di dalamnya.