Rahasia Warna Merah Muda dan Manfaat Balok Garam Himalaya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Garam Himalaya. Pixabay.com/Monicore

    Garam Himalaya. Pixabay.com/Monicore

    TEMPO.CO, Jakarta - Garam Himalaya berasal dari pertambangan garam di Khewra, distrik Jhelum di Punjab, Pakistan. Garam inimemiliki penampilan dan bentuk yang berbeda dengan garam lainnya, yaitu berwarna merah muda dengan gradasi warna putih tulang, pink, sampai kemerahan.

    Warna merah muda yang menyolok pada garam Himalaya tidak semata hanya warna saja, melainkan disebabkan oleh mineral-mineral yang terkandung dalam kristal garam tersebut, yakni zat besi, magnesium, potasium, dan kalsium karena itu lah garam Himalaya memiliki warna pink dari berbagai zat tersebut.

    Selain warna pink nya, garam himalay memiliki bentuk lempengan yang disebut blok garam himalaya. Dilansir dari Healthline, lempengan itu ditambang dan diukir menjadi berbagai bentuk dan ukuran. Selain menjadi terlihat menarik ternyata fungsi lainnya ya itu agar mempertahankan panas tinggi untuk waktu yang lama.

    Baca: Mengulik Manfaat Garam Merah Muda, Mengintip Kandungan Garam Himalaya

    Balok garam Himalaya juga menjadi piring yang menarik secara visual untuk berbagai hidangan panas atau dingin. Balok garam Himalaya digunakan untuk menyiapkan dan menyajikan berbagai makanan.

    Di lain sisi garam himalaya bisa di gunakan untuk campuran pada makanan seperti garam dapur lain, tapi di lain sisi lagi balok garam himalaya bisa di jadikan piring.

    Karena sifat balok Himalaya yang menghangatkan panas secara efesien dan pada suhu tinggi, sehingga ideal untuk dijadikan piring atau tempat penyajian makanan.  Blalok garam himalaya juga dijadikan panggangan seperti untuk memanggang daging, unggas, telur, ikan, makanan laut, buah segar, dan sayuran.Bahkan juga dapat digunakan untuk manggang kue, scone, pizza dan makanan panggangan lainnya.

    Menggunakan balok garam Himalaya tidak begitu susah dengan tetap memastikan balok tersebut benar-benar kering karena kelembapan dapat menyebabkannya mengembang dan retak saat dipanaskan, menggunakan suhu oven tidak lebih dari 200 °F (93 °C) setiap 15 menit, memanaskan balok garam Himalaya terlebih dahulu, tidak menggunakakan mentega atau minyak goreng, dan tentunya tidak boleh merendam balok garam Himalaya ke dalam air karena garam akan larut dalam air. Jika ingin membersihkannya maka gunakan saja spon yang basah.

    ASMA AMIRAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.