Pakar Yakinkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Tidak Berat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Vaksin Covid-19. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi Vaksin Covid-19. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih banyak pertanyaan tentang vaksin Covid-19, salah satunya efek samping yang ditimbulkan. Penelitian di Australia yang meneliti kekhawatiran tentang vaksin Covid-19, sekitar 10 persen orang yang disurvei mengutip potensi efek samping sebagai alasan tidak mau divaksin.

    Amir Khan, dokter di National Health Service dan pengajar senior di Sekolah Kedokteran Universitas Leeds, Inggris, mengatakan ada banyak kelompok orang yang khawatir efek samping ini. Dia menyatakan efek samping kecil setelah mendapatkan suntikan vaksin adalah hal yang umum dan berlaku untuk vaksin virus corona.

    Sebuah penelitian terhadap 40.000 petugas kesehatan yang telah menerima vaksin Pfizer menemukan satu dari tiga orang melaporkan efek samping ringan. Tidak ada efek samping serius. Adapun, efek samping paling umum yang telah dilaporkan adalah nyeri di tempat suntikan, demam ringan, menggigil, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot.

    Akan tetapi, efek ini cenderung tidak bertahan lama dan merupakan tanda sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan baik terhadap vaksin. Dia melanjutkan gejala tersebut bukan merupakan indikasi infeksi Covid-19 karena vaksin tidak mengandung virus corona sehingga orang tidak dapat tertular ketika menerimanya.

    "Justru sebaliknya, vaksin mengandung potongan kecil materi genetik yang mengajari tubuh cara melawan virus corona, jika nanti Anda terkena virus itu," katanya, seperti dikutip Aljazeera.

    Baca juga: Banyak Hoaks Seputar Vaksinasi Covid-19, Tangkal dengan Cara Berikut

    Ketika disuntik vaksin, sistem kekebalan diharapkan mengenali apa yang disuntikkan adalah hal asing dan mencoba melawannya. Ketika melakukan ini, sitokin merespons dan memberi sinyal. Saat kadar sitokin meningkat, mereka juga memiliki efek peradangan ringan pada pembuluh darah dan jaringan, menyebabkan respons seperti suhu naik, nyeri otot, dan kedinginan.

    Diduga orang yang lebih muda lebih mungkin melaporkan efek samping vaksin dibandingkan yang lebih tua karena mereka memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat. Oleh karena itu, jika tidak ada efek samping, bisa jadi sistem kekebalan tidak berfungsi. Tapi perlu diingat sistem kekebalan orang sangat bervariasi, tidak mungkin menghubungkan tingkat keparahan efek samping dengan efisiensi kekebalan tubuh.

    Sebuah studi lain menemukan orang lebih mungkin menderita efek samping vaksin jika sudah pernah terkena Covid-19. Sekitar 33 persen orang dalam kelompok ini melaporkan efek samping vaksin Covid-19 seperti kelelahan, sakit kepala, dan menggigil.

    Para peneliti menyarankan ini mungkin efek dari respons kekebalan yang menguntungkan di antara kelompok yang sudah pernah menderita Covid-19 tapi mereka menekankan perlunya penelitian lebih lanjut.

    "Para dokter percaya efek samping ringan vaksin Covid-19 adalah harga yang harus dibayar untuk melindungi diri dan orang yang dicintai dari penyakit mematikan ini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.