Alergi Durian Umumnya Terjadi pada Orang yang Hipersensitif

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi foto Durian.[CNN]

    Ilustrasi foto Durian.[CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Durian termasuk buah yang unik karena memiliki aroma menyengat dan tak semua orang menyukainya. Ada orang yang alergi durian setelah mencium baunya, ada pula yang mengalami alergi durian setelah menyantap daging buahnya.

    Mengutip laman Netmeds, buah durian umumnya berbobot 1-3 kilogram. Di dalam daging buah durian seberat 243 gram mengandung 357 kalori, 13 gram lemak, 66 gram karbohidrat, 9 gram serat, 4 gram protein, 80 persen vitamin C, 61 persen tiamin, 39 persen mangan, 38 persen vitamin B6, 30 persen kalium, 20 persen kalsium, 14 persen zat besi, 29 persen riboflavin, 25 persen tembaga, 22 persen folat, 18 persen magnesium, dan 13 persen niasin.

    Dengan berbagai kandungan nutrisi tadi, berikut manfaat buah durian untuk kesehatan:

    1. Meningkatkan kesehatan pencernaan
      Serat pada buah durian membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit. Thiamin dalam buah dapat meningkatkan nafsu makan dan kesehatan umum pada orang tua.

    2. Mencegah penyakit kardiovaskular
      Organosulfur dalam durian dapat mengatur enzim inflamasi dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Asupan buah-buahan yang kaya serat larut juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah atau LDL-C dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

    3. Menjaga kadar gula darah
      Antioksidan buah dalam durian membantu mengurangi stres oksidatif yang dapat memperburuk gejala diabetes. Durian terbilang makanan sehat dengan indeks glikemik rendah, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah.

    4. Mengatur tekanan darah
      Durian mengandung kalium yang mampu menurunkan tekanan darah. Kalium dalam durian juga berfungsi sebagai vasodilator atau menjaga keseimbangan antara cairan dan garam dalam sel tubuh. Vasodilator membantu mengurangi stres pada pembuluh darah dan menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.

    5. Meningkatkan daya tahan tubuh dan metabolisme
      Sistem imunitas adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mencegah mikroba penyebab penyakit seperti bakteri, virus, jamur, dan lainnya masuk ke tubuh dan membuat kita sakit. Penting untuk Makan buah durian secara teratur dan dalam jumlah yang sedang mampu memperkuat daya tahan tubuh karena tinggi kandungan vitamin C.

    Baca juga:
    Jangan Baper, Durian Tergolong Makanan Menjijikkan di Museum Swedia

    ilustrasi panen durian (pixabay.com)

    Aroma buah durian yang kuat berasal dari senyawa sulfur yang mudah menguap. Menyengat tidaknya bau durian diatur oleh zat metionin gamma lyases yang sejatinya ada pada setiap buah.

    Kendati menyukai buah durian, jangan mengkonsumsi secara berlebihan dan tidak disarankan makan yang masih mentah. Musababnya, bisa memicu reaksi alergi durian pada beberapa orang dengan kondisi hipersensitif. Dalam kasus tertentu, buah durian tidak mudah dicerna oleh sebagian orang dan mengakibatkan sakit perut dan kram perut.

    Mereka yang alergi durian juga bisa merasa mual dan muntah. Mereka yang memiliki masalah pencernaan akut dan komplikasi ginjal dilarang makan buah durian karena dapat meningkatkan racun dalam tubuh dan memicu diare.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.