Riset Menunjukkan Rambut Rontok Parah Bisa Jadi Gejala Infeksi Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rambut rontok. Shutterstock

    Ilustrasi rambut rontok. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Mereka yang pernah terinfeksi Covid-19 mengalami berbagai efek lanjutan setelah dinyatakan sembuh. Salah satu efek long Covid-19 yang dirasakan adalah kerontokan rambut yang cukup parah.

    Long Covid-19 merupakan istilah untuk menentukan gejala yang dihadapi penyintas Covid-19 selama beberapa waktu sejak terinfeksi. Sebuah penelitian memuat laporan sejumlah penyintas Covid-19 yang mengalami kerontokan rambut sebagai salah satu efek jangka panjang dari SARs-COV-2.

    Riset National Institute for Health and Care Excellence menunjukkan kondisi rambut rontok itu terjadi sejak mereka dinyatakan positif Covid-19 melalui tes dan terus terjadi selama lebih dari 14 hari. Ada pula penyintas Covid-19 yang menyatakan rambut rontok berlangsung selama lebih dari delapan minggu.

    Kendati alopecia atau rambut rontok merupakan masalah umum yang biasa terjadi dan dialami hampir semua orang, temuan ini menunjukkan siapapun sebaiknya tidak menyepelekan jika rambut mereka rontok secara drastis. Penelitian yang diterbitkan The Lancet menunjukkan seperempat penyintas Covid-19 mengeluh rambut mereka rontok sebagai efek samping utama.

    Para peneliti mengevaluasi 1.655 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Wuhan, Cina. Di sana, 359 orang atau 22 persen di antaranya pernah mengalami kerontokan rambut selama enam bulan setelah sembuh. Dari riset itu pula muncul dugaan keluhan rambut rontok sebagai indikasi infeksi Covid-19 lebih banyak dialami perempuan ketimbang laki-laki.

    Selain rambut rontok, para pasien Covid-19 mengeluh kelelahan, otot melemah, susah tidur, dan mengalami gangguan kecemasan atau depresi.

    Baca juga:
    Mengenal Dua Jenis Rambut Rontok, Begini Langkah Sederhana Merawatnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.