Tak Cuma Lansia, Anak Muda pun Bisa Alami Hipertensi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tekanan darah tinggi bukan penyakit yang eksklusif untuk orang-orang lanjut usia meskipun prevalensi meningkat seiring pertumbuhan umur. Orang usia muda juga bisa, biasanya masuk dalam kategori hipertensi sekunder yang terjadi akibat penyebab tertentu yang berhubungan dengan penyakit di dalam tubuh.

    "Misalnya penyempitan pembuluh darah ginjal, dengan memperbaikinya tekanan darah akan terkontrol tanpa obat," jelas Presiden Indonesian Society of Hypertension (InaSH), Tunggul D. Situmorang.

    Hipertensi pada kategori ini hanya terjadi pada sebagian kecil orang, termasuk di kalangan anak-anak yang penyebabnya bisa dicari untuk kemudian diobati. Sementara itu, hipertensi primer penyebab langsungnya tidak diketahui. Salah satunya ada keturunan hipertensi pada anggota keluarga lain.

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular Kementerian Kesehatan, Cut Putri Ariane, pernah menyebutkan ada kecenderungan penderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi pada usia yang lebih muda. Data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan menunjukkan angka kejadian penyakit tidak menular sudah meningkat pada usia 10-15 tahun.

    Baca juga: Positif Covid-19, Pasien Hipertensi Harus Tetap Minum Obat

    Selain terdapat warisan genetik dari orang tua kepada anak, pola hidup dan pola makan tidak sehat yang dilakukan oleh orang tua beserta anaknya bisa memunculkan kecenderungan penyakit yang sama.

    Salah satu gaya hidup sehat yang bisa diterapkan adalah membatasi asupan makanan asin. Sekretaris Jendral Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr. Eka Harmeiwaty, menganjurkan untuk membatasi asupan makanan mengandung garam. Periksa label kemasan makanan, terutama untuk orang yang gemar menyantap makanan siap saji yang umumnya tinggi kandungan garam.

    Menjaga makanan anak juga membantu mencegah hipertensi sedini mungkin. Eka menekankan kepada orangtua untuk selalu memantau asupan makanan anak. Tidak ada salahnya untuk mencicipi dulu jajanan anak, siapa tahu camilan tersebut punya kadar garam yang tinggi. Prinsipnya, bila sudah terasa asin berarti kadar garamnya sudah berlebihan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.