Pentingnya Pemberian Plasma Konvalesen Sedini Mungkin

Reporter

Petugas memasukkan kantong yang berisi plasma konvalesen ke kotak penyimpanan di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Ajakan berdonor bagi penyintas Covid-19 semakin digencarkan menyusul besarnya kebutuhan pasien COVID-19 yang sedang berjuang untuk sembuh. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Pemberian plasma konvalesen kepada pasien COVID-19 harus sedini mungkin dan tidak menunggu pasien mengalami gejala berat atau kritis. Begitu kata Deputi Bidang Penelitian dan Translasional Lembaga Eijkman, David Handojo Muljono.

"Timing ini penting artinya, harus dini dalam arti waktu dan dalam arti penyakit. Penyakitnya jangan tunggu terlambat tetapi sedang yang mengarah ke berat, itu seharusnya diberikan sehingga khasiat yang diinginkan dari plasma itu berguna betul," ujar David dalam dialog Perkembangan Penggunaan Plasma Konvalesen Dalam Pengobatan COVID-19 secara virtual, Senin, 1 Maret 2021.

Menurutnya, khasiat yang dicari dari plasma konvalesen yakni antivirus dan regulator sistem imun dari penyintas. Ketika pasien belum mengalami gejala berat atau kritis, maka antibodinya bisa beradaptasi untuk melawan virus di dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan keberhasilan sembuh.

Baca juga: Penyintas COVID-19 Diminta Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

David mengatakan orang yang sedang terpapar COVID-19 sistem imun tubuhnya dalam keadaan tak stabil. Maka, apabila pemberian plasma konvalesen tepat waktu, selain virusnya bisa dihilangkan dengan cepat, imun bisa dinormalkan kembali.

"Jadi khasiatnya dua, yaitu antivirus karena dia memiliki antibodi netralisasi dan kedua adalah menormalkan kembali sistem imun. Jadi mempercepat penyembuhan dan mencegah keparahan," jelasnya.

Berbeda jika diberikan kepada pasien yang tengah mengalami gejala berat, imun dan antivirus di dalam plasma konvalesen tidak akan berjalan efektif. Pasalnya, kerusakan organ sudah terjadi dan virus yang ada di dalam tubuh sudah sedikit.

"Jadi, kalau diberikan kepada kasus yang sudah berat memang ini kerusakan organ sudah terjadi. Perjalanan penyakit pertama kali virusnya banyak kalau tubuh tak bisa membersihkan maka keluar radang, dan radang itu yang merusak," katanya.

Di samping itu, yang patut diperhatikan saat akan memberi donor plasma konvalesen yakni kadar antibodi. Eijkman masih mengembangkan metode mengukur kadar antibodi plasma konvalesen. Meski demikian, donor plasma konvalesen terbaik berasal dari penyintas kategori sedang hingga berat dan diperuntukkan kepada pasien kategori ringan menuju sedang.

"Penting ini untuk penyedia plasma konvalesen seperti PMI atau rumah sakit lain yang sudah divalidasi. Tahu kadarnya berapa sehingga bisa dengan tepat menolong pasien COVID-19 itu," tuturnya.






8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

10 jam lalu

8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

Berikut daftar lokasi vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta. Melayani vaksin dosis pertama hingga dosis keempat, khsusu tenaga kesahatan.


Dokter: Meski Tak Bisa Sembuh, Kanker Dapat Dikontrol

12 jam lalu

Dokter: Meski Tak Bisa Sembuh, Kanker Dapat Dikontrol

Dokter mengatakan kanker tidak bisa sembuh namun dapat dikendalikan. Berikut penjelasan dan sarannya.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

20 jam lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

1 hari lalu

WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

Kesenjangan dalam strategi mengatasi Covid-19 tahun ini terus menciptakan kondisi sempurna bagi munculnya varian baru yang mematikan


Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

1 hari lalu

Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril mengungkapkan Indonesia masih berada di Level 1 transmisi Komunitas Covid-19.


Bahaya Infeksi Virus Herpes HSV-1 dan HSV-2, Apa Perbedaan Keduanya?

1 hari lalu

Bahaya Infeksi Virus Herpes HSV-1 dan HSV-2, Apa Perbedaan Keduanya?

Sebagian besar orang yang terinfeksi herpes tidak mengetahui mereka memiliki gejala. Terdapat 2 jenis virus herpes paling umum. Apakah itu?


Antisipasi Lonjakan Kasus XBB Jelang Liburan Natal, Kemenkes Ingatkan Warga Patuhi Prokes

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Kasus XBB Jelang Liburan Natal, Kemenkes Ingatkan Warga Patuhi Prokes

Pengendalian varian XBB dilakukan melalui disiplinnya protokol kesehatan dan juga dengan vaksinasi lengkap


Kemenkes Geser Prioritas Kerja dari Penanganan Covid-19 ke Peningkatan Layanan Kesehatan

2 hari lalu

Kemenkes Geser Prioritas Kerja dari Penanganan Covid-19 ke Peningkatan Layanan Kesehatan

Salah satu fous itu adalah Kemenkes akan melakukan restrukturisasi rumah sakit di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan layanan kesehatan.


Pasien COVID-19 di China Boleh Karantina di Rumah dengan Syarat

3 hari lalu

Pasien COVID-19 di China Boleh Karantina di Rumah dengan Syarat

China akan mengizinkan kasus positif COVID-19 menjalani karantina di rumah dengan syarat tertentu


Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

3 hari lalu

Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

Warga Cina yang menetap di Sydney hingga Toronto ikut melakukan aksi protes terhadap aturan Covid-19 dengan menyerukan Cina yang bebas