Waspadai 6 Pemicu Trauma pada Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan pada anak. momtastic.com

    Ilustrasi kekerasan pada anak. momtastic.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Trauma di masa kecil dapat berdampak buruk pada perkembangan anak di masa depan. Trauma muncul dari beragam kejadian, seperti serangkaian penganiayaan fisik atau penganiayaan mental.

    Namun, lebih dari itu, terkadang orang tua bisa abai dan menyebabkan pengalaman traumatis kepada anak. Melansir Times of India, berikut beberapa hal yang memicu trauma masa kecil selain pelecehan.

    Kurang dukungan emosional
    Anak sangat membutuhkan cinta dan perhatian. Tidak seperti orang dewasa, mereka tidak dapat menampilkan kepribadian yang berbeda dan selalu jujur pada diri sendiri. Jadi, jika mereka terbuka tentang emosi dan mengungkapkan masalah, jangan menghindar dan berikan dukungan emosional. Mengabaikan perasaan dan tidak memberi perhatian dapat menyebabkan ketidakseimbangan emosional pada anak. Pada akhirnya, hal ini dapat memicu pikiran negatif pada anak.

    Terasing pada saat dibutuhkan
    Setiap anak ingin dukungan orang tua. Entah di saat bahagia atau duka, anak-anak mengharapkan dukungan dan dorongan. Tetapi, jika anak merasa diabaikan dan diasingkan selama masa-masa sulit, hal itu pasti berdampak negatif pada kesehatan mental.

    Baca juga: Ahli: Penyebaran Identitas Pasien Corona Bisa Bikin Trauma Korban

    Memprioritaskan diri sendiri daripada anak
    Orang tua harus belajar mengurus kebutuhan dan keinginan anak. Tidak sehat untuk selalu memprioritaskan diri sendiri di atas anak. Sikap egois dapat merusak jiwa anak dan membuat mereka merasa kurang dihargai dan tidak diakui. Yakinlah mereka akan terluka seumur hidup.

    Anak-anak dibiarkan mengurus diri sendiri
    Ada perbedaan besar antara memberi anak ruang untuk melatih kemandirian dan membiarkan mereka mengurus diri sendiri. Melatih anak untuk mandiri adalah cara produktif untuk membantunya tumbuh dengan bimbingan dan arahan. Namun, membiarkan mereka mengurus diri sendiri adalah bentuk pelarian dari tanggung jawab. Hal ini dapat membuat anak merasa tidak diinginkan dan mungkin menghilangkan masa kecilnya.

    Ditolak
    Setiap anak unik dengan caranya masing-masing. Meskipun orang tua memiliki kebebasan untuk mengarahkan ke jalan yang benar, memaksakan ide dan keyakinan pada anak dan menolak masukan mereka mentah-mentah dapat sangat merugikan keberadaan mereka.

    Memaksa anak membuktikan diri dan bersaing
    Dalam banyak keluarga, anak-anak harus terus bersaing dan membuktikan diri menjadi yang terbaik. Namun, hal ini menghilangkan pengalaman masa kecil dan bikin trauma. Tak perlu dikatakan, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti itu menjadi terlalu cenderung untuk sukses dan gagal melihat keindahan hidup secara umum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.