Perbanyak Konsumsi Telur untuk Penuhi Gizi Harian

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telur. Sumber: iStock/foxnews.com

    Ilustrasi telur. Sumber: iStock/foxnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Telur adalah sumber gizi. Praktisi kesehatan anak dr. Tirza Arif Santosa, Sp.A, menyarankan lebih banyak mengonsumsi telur sebagai sumber nutrisi lengkap dan relatif murah untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, khususnya untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

    "Kalau bicara telur merupakan salah satu sumber protein yang paling murah dengan gizi yang sangat lengkap," kata Tirza.

    Dia menjabarkan kandungan gizi telur sangat banyak, seperti omega 3 yang bagus untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, untuk perkembangan otak bayi dan anak-anak. Selain itu, terdapat vitamin yang cukup lengkap seperti vitamin A, D, E, dan K.

    "Kuning telur juga tinggi kandungan luteinnya yang bagus untuk kesehatan mata, khususnya untuk ketajaman penglihatan anak dalam proses belajar," kata Tirza.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Mengulik Kalori Putih Telur Sebagai Protein Hewani

    Zat gizi yang baik untuk mata tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh orang dewasa dan lansia sebagai pencegahan penyakit katarak pada orang tua dan mencegah kebutaan. Tirza juga menyarankan telur dikonsumsi oleh anak-anak karena mengandung zat gizi kolin dan DHA tinggi yang sangat baik untuk perkembangan otak.

    Dia menyayangkan telur sebagai sumber nutrisi yang lengkap masih sedikit dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena ketidakpahaman mengenai manfaat atau lantaran mempercayai mitos. Menurut Tirza, telur sering dikaitkan dengan sumber makanan yang menyebabkan alergi pada anak. Padahal, berdasarkan penelitian di beberapa negara dunia, termasuk di Jakarta, telur hanya menyumbangkan kontribusi alergen nomor kesekian pada anak.

    "Ternyata susu sapi dan produk turunannya berkontribusi sekitar 76 persen terhadap alergi, sisanya makanan laut seperti udang, ikan, dan telur. Ternyata telur tidak berkontribusi besar terhadap alergi," kata Tirza.

    Data Badan Pusat Statistik pada Maret 2020 menyebutkan pengeluaran masyarakat Indonesia per kapita dalam sebulan untuk membeli bahan pangan seperti telur tidak lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk membeli rokok. Data BPS 2020 mengungkap pengeluaran masyarakat per kapita per bulan untuk membeli rokok sekitar Rp 73 ribu. Nilai tersebut lebih besar dari pengeluaran per kapita sebulan untuk membeli komoditas pangan seperti daging, ikan, kacang-kacangan, telur, dan susu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.