5 Tips Mengajak Anak Puasa Ramadan, Dimulai Puasa Bertahap

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak membawa hidangan berbuka puasa sebelum tradisi Megibung saat Bulan Ramadhan di Masjid Al-Muhajirin, Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Bali, 15 Juni 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Seorang anak membawa hidangan berbuka puasa sebelum tradisi Megibung saat Bulan Ramadhan di Masjid Al-Muhajirin, Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Bali, 15 Juni 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Puasa Ramadan, menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya mulai terbit fajar hingga terbenam matahari di bulan Ramadan, karena perintah Allah SWT.

    Rukun Islam keempat ini tentu menjadi ibadah yang dinantikan kaum muslimin di seluruh dunia. Jadi, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajak anak usia dini melakukan puasa? Berikut tipsnya, dikutip dari akun YouTube psikolog Erika Desvianti.

    1. Perkenalkan konsep puasa

    Mengajari anak usia dini dengan menjelaskan suatu konsep, orang tua  perlu menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak, pendekatannya seperti mengapa berpuasa. Hal awal yang penting dijelaskan pada anak bahwa berpuasa adalah perintah Allah SWT, kemudian orang tua bisa membuat ilustrasi yang dekat dengan kehidupan anak, tujuannya tentu menarik perhatian anak misalnya semua makhluk Allah SWT juga berpuasa, seperti  ayam berpuasa untuk mengerami telurnya atau  Jelaskan juga manfaat puasa dengan bahasa yang mudah, seperti tubuh manusia banyak aktifitas makan, jadi bagaimana kalau terus-terus digunakan ya , ajukan kepada anak untuk membangun komunikasi dan pemahaman.

    Selain itu, ajarkan kepada anak bahwa puasa guna membangun empati, seperti mengatakan bahwa dengan berpuasa kita dapat merasakan bagaimana yang saudara kita rasakan akibat kelaparan.

    Baca: Segera Tunaikan Utang Puasa Ramadan Lalu, Begini Aturannya

    1. Perkenalkan soal Puasa

    Maksudnya adalah mengucap istilah puasa yang berulang-ulang dengan frase yang gembira, supaya anak tertarik dan kemudian mencari tahu soal apa itu puasa. Informasi yang berulang-ulang akan mendapatkan perhatian lebih jika dilakukan di jauh-jauh hari. Orang tua di rumah bisa mempraktekkan sounding ini dengan pendekatan persuasif, seperti  “Wah, sebentar lagi bulan puasa ya. Nanti kita puasa bareng ya nak,” dan banyak prase lainnya yang persuasif lain. Orang tua juga bisa melakukan Refleksi kepada anak jika di tahun sebelumnya Si Anak sudah pernah melakukan puasa, hal ini menjadi gambaran sekalian mengajarkan anak target puasanya.

    1. Mulailah Puasa Bertahap

    Di tahap ini orang tua bisa memulai dengan mengajak anak berpuasa dengan menahan lapar atau haus sampai waktu-waktu tertentu yang juga disetujui anak, sehingga tidak ada pemaksaan dan tidak membebankan anak, misalnya berpuasanya sampai setengah hari, atau berpuasa makan tetap dapat minum air, ini simulasi bagi anak secara perlahan, juga tetap menjaga kondisi anak tidak dehidrasi sebab anak tidak bisa mengenali gejala tubuhnya tanpa pantauan orang tuanya. Jangan lupa bagi orang tua ajak anak untuk sahur disertai menu yang sehat ya, supaya anak punya energi melakukan puasa, dan kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.

    1. Mengajak Anak pada Kegiatan Menyenangkan dan Bermanfaat

    Orang tua bisa menyediakan medium seperti Flowchart disertai item-item lucu seperti gambar-gambar bintang, stiker lucu. Tujuan dibuat Flowchart ini untuk  serangkaian kegiatan selama puasa dan menambah pacuan semangat anak.

    1. Apresiasi Anak

    Jangan lupa untuk selalu mengapresiasi kegiatan puasa Ramadan yang telah dilakukan anak, supaya motivasi puasanya tetap terjaga.

     TIKA AYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.