Kenali 7 Gejala Migrain Sakit Kepala yang Lebih Sering Menyerang Wanita

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit kepala di kantor. Shutterstock.com

    Ilustrasi sakit kepala di kantor. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Migrain termasuk jenis sakit kepala yang paling umum dialami. Biasanya nyeri terasa di satu sisi kepala saja, namun tidak selalu begitu. Itulah kenapa istilah migrain digunakan untuk menyebut sakit kepala jenis ini.

    Jenis nyeri pada migrain biasanya berdenyut-denyut. Biasanya migrain berlangsung 2 hingga 72 jam.

    Sakit kepala jenis ini juga bisa menjadi bagian dari pola sakit kepala campuran dengan jenis lain. Penderita biasanya mengalami lebih dari satu jenis sakit kepala dalam waktu yang bersamaan. Contohnya, migrain yang bercampur dengan sakit kepala tegang.

    Untuk itu, perlu sekali untuk mengetahui jenis sakit kepala yang dialami. Sebab, penanganan untuk setiap jenis sakit kepala juga berbeda.

    Dilansir dari laman Standfordhealthcare.org menyebut bahwa migrain adalah penyakit genetik dan kronis, bukan merupakan kondisi psikologis atau sosial. Kini, tidak ada obat untuk migrain. Namun, bergantung pada tindakan dalam mengidentifikasi pemicunya. Mengubah gaya hidup untuk menghindari datangnya sakit kepala, dan menggunakan obat-obatan serta modalitas terapeutik lainnya untuk mengobati.

    Penyebab utama dari migrain adalah sakit kepala episodik, melumpuhkan. Terkadang, penderita jarang menemukan penyebab sakit kepala mereka. Sebagian besar mereka menilai bahwa sakit kepala tersebut merupakan kombinasi dari hal-hal kecil seperti pola tidur, makan dan olahraga. Singkatnya, migrain dapat dikelola. Tetapi, membutuhkan kewaspadaan, perhatian, kesadaran, dan bantuan dari penyedia layanan kesehatan yang berkompeten.

    Menurut Departemen Neurologi, National Neuroscience Institute, migrain lebih sering dialami oleh wanita. Intensitas sakit kepala lebih sering terjadi selama periode perimenstruasi, yang merupakan akibat dari perubahan kadar hormon estrogen. Tak hanya itu, migrain juga kerap terjadi selama siklus menstruasi. Migrain pramenstruasi dapat terjadi selama atau setelah hormon estrogen dan progesteron menjadi turun ke level terendah.

    Adapun gejala migrain seperti berikut:

    1. Nyeri berdenyut secara intens
    2. Nyeri sebelah yang biasanya di satu sisi kepala
    3. Merasa mual atau bahkan muntah
    4. Kepekaan terhadap rangsangan seperti cahaya, suara dan bau jadi berubah
    5. Dapat terkait dengan gejala visual, seperti melihat garis zig-zag
    6. Dapat semakin buruk jika melakukan aktivitas fisik, terutama batuk atau membungkuk
    7. Anggota tubuh kesemutan, mati rasa atau dingin

    Migrain terbagi pula atas beberapa macam. Migrain yang diawali dengan gejala disebut migrain klasik atau migrain dengan aura. Sedangkan migrain tanpa diawali dengan gejala disebut migrain biasa atau migrain tanpa aura. Ada lagi macam migrain yang jarang didengar seperti migrain komplikasi, migrain basilar, migrain hemiplegia, migrain opthalmic, migrain ocular, dan migrain acephalgic.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca juga: Pasangan Frustasi karena Migrain, Kenali Pemicunya dan Cara Mengatasinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.