Peneliti Sebut Kaitan Kesehatan Mental dengan Penyakit Jantung

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Para peneliti menjelaskan kaitan antara kesehatan mental dan kesehatan jantung. Mereka pun meminta para praktisi kesehatan untuk memeriksa kesehatan mental seseorang dalam pengobatan masalah jantung.

    Dalam pernyataan di jurnal Circulation, Asosiasi Jantung Amerika (AHA) mempelajari hasil penelitian tentang kaitan kedua hal tersebut. Tujuannya untuk mencari kejelasan antara kesehatan jantung dan mental dan menemukan kemungkinan tindakan pencegahan.

    Berdasarkan penemuan mereka, para peneliti meminta praktisi kesehatan untuk mempertimbangkan kesehatan kardiovaskular dan menangani penyakit jantung dalam konteks kesehatan psikologis pasien. Penulis penelitian menyebutkan penyakit kardiovaskular tak boleh dianggap sebagai masalah tunggal tapi sebagai sistem yang terintegrasi dengan pikiran, hati, dan tubuh.

    Baca juga: Tak Sekedar Iseng, Corat-coret Ternyata Baik buat Kesehatan Mental

    Sekelompok peneliti dengan keahlian masing-masing, mulai dari psikiater sampai epidemiolog, mengumpulkan berbagai penelitian mengenai kondisi psikologis dan kesehatan kardiovaskular, risiko, dan penyakit. Lewat analisisnya, mereka mengidentifikasi tren kunci pada data, termasuk pengalaman emosional khusus berkaitan dengan masalah neurobiologis dan tingkah laku yang terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular.

    Lebih spesifik lagi, kondisi seperti depresi, stres akut, kecemasan, amarah, pesimisme, dan ketidakpuasan pada hidup berkaitan dengan:
    -Detak jantung tak teratur
    -Kenaikan tekanan darah
    -Masalah pencernaan
    -Peradangan
    -Berkurangnya aliran darah ke jantung

    Kondisi kesehatan mental juga mungkin terkait dengan perilaku yang mungkin meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti merokok, pola makan tak sehat, dan kurang olahraga. Demikian dilansir dari Verywell.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.