Mengenal 5 Jenis Aliran Teh di Indonesia, Dari Teh Hitam Hingga Teh Putih

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi teh jahe. Freepik.com/Jcomp

    Ilustrasi teh jahe. Freepik.com/Jcomp

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak jenis teh yang ada di Indonesia, sebah meminum teh atau Camellia sinensis sudah menjadi bagian dari tradisi di Indonesia, bahkan waktu meminumnya pun tidak oleh terikat waktu. Walau acap kalinya di pagi hari sembari sarapan, orang Indonesia bisa minum teh kapan saja.

    Ketika ada tamu, di berbagai daerah masih menyuguhkan teh sebagai jamuan utama. Bahkan di acara-acara ramai seperti kenduri pun teh wajib disajikan bersama makanan-makanan tradisional.

    Teh pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 1684, dibawa dari Jepang berupa biji oleh Andreas Cleyer ke Jakarta atau Batavia saat itu. Lebih dari 350 tahun teh ada di Indonesia, wajar bila keberadaan teh sudah sangat terikat dengan tradisi kita. Berikut beberapa jenis teh yang ada di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber:

    1. Teh hitam

    Masyarakat kita umumnya lebih mengenal jenis Teh hitam dibanding dengan jenis teh lainnya. Teh hitam dibuat dari jenis Camellia sinensis. Untuk membuat teh hitam, setelah dipetik daun teh akan dibiarkan teroksidasi hingga berubah warna menjadi cokelat kehitaman. Kemudian dikeringkan dan digiling menjadi serbuk.

    Proses oksidasi pada daun teh ini akan menghasilkan warna dan rasa teh yang khas. Meski prosesnya menyebabkan teh menjadi berkafein, namun kafein dalam teh hitam tak sebanyak yang ada di kopi dan masih tetap aman dikonsumsi, asal tidak berlebihan. Cara penyajiannya bisa diseduh dengan air panas, direbus dengan bunga melati, atau dalam kantong celup yang dijual di pasaran.

    1. Teh Hijau

    Awalnya teh hijau populer di kalangan pegiat diet, sebab manfaatnya disinyalir bagus untuk menurunkan berat badan. Namun masyarakat umumnya tidak menyukai rasanya yang lebih pahit ketimbang teh hitam, menambahkan gula atau krimer dalam seduhan daun teh hijau juga akan mempengaruhi manfaatnya.

    Berbeda proses pembuatannya, jika teh hitam harus melalui proses oksidasi, pembuatan teh hijau ini melalui proses pengukusan setelah dipetik dan kemudian dikeringkan. Selian bisa dinikmati dalam bentuk daun yang diseduh, teh hijau juga bisa dijadikan bubuk tepung atau sering disebut juga sebagai matcha. Selain bisa diminum, matcha juga bisa dijadikan bahan tambahan kudapan yang lezat.

    1. Teh putih

    Setelah teh hitam dan teh hijau, ada pula teh putih. Jenis teh ini terbilang asing di telinga masyarakat, sebab selain langka harganya juga mahal. Saking langka dan mahalnya, teh putih seringnya digunakan untuk menunjukkan status sosial yang lebih tinggi.

    Kelangkaannya teh putih ini dikarenakan proses pembuatannya yang sulit karena hanya menggunakan pucuk teratas dari tanaman teh Camellia sinensis. Helaian pucuk teh ini harus dipetik ketika masih sangat muda dan dipanen secara hati-hati, indikasi daun yang boleh dipetik yaitu masih diselimuti rambut halus putih keperakan seperti beludru, saat dikeringkan akan berubah menjadi putih.

    1. Teh Oolong

    Sama dengan teh hitam, teh hijau dan teh putih, teh Oolong juga diolah dari daun teh (Camelia sinensis), yang membedakannya yaitu cara pembuatannya. Teh Oolong dibuat dengan cara difermentasi. Proses fermentasi ini menyebabkan warna teh Oolong menjadi berwarna hijau gelap cenderung kehitaman, sedikit pahit namun setelah diminum akan tercecap samar-samar rasa manis, dan aroma yang khas. Teh Oolong juga disinyalir punya banyak manfaat untuk kesehatan, antara lain untuk menurunkan berat badan, mengurangi kadar kolesterol jahat, dan bahkan menurunkan tekanan darah tinggi juga.

    1. Teh kayu aro

    Teh kayu aro adalah teh asal Indonesia yang terkenal dan mendunia, bahkan dijadikan minuman di kalangan bangsawan. Teh ini eksklusif hanya diproduksi di perkebunan Kayu Aro di kaki Gunung Kerinci Jambi, tidak diizinkan sembarangan orang memasuki pabrik pengolahan teh kayu aro untuk menjaga aroma dan rasanya tetap khas.

    Itulah 5 jenis teh yang bisa ditemukan di pasar-pasar di Indonesia, tentunya masih banyak lagi jenis-jenis teh yang ada di Indonesia selain yang telah diulas di atas. Banyak tumbuhan yang bisa diolah menjadi teh, seperti daun salam, kelopak mawar, atau bahkan kulit semangka kering juga lazim dibikin teh, namun dalam pembahasan ini, hanya spesifik teh Camellia Sinensis saja.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID 

    Baca juga:  5 Manfaat Teh Lemon untuk Meningkatkan Imunitas hingga Menurunkan Berat Badan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.