Yang Perlu Diperhatikan sebelum Suntik Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekonom Emil Salim menjalani vaksinasi Covid-19 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Jakarta, Jumat, 5 Maret 2021. Vaksinasi Covid-19 untuk orang lanjut usia (lansia) tersebut diperuntukkan warga DKI Jakarta. Tempo/Nurdiansah

    Ekonom Emil Salim menjalani vaksinasi Covid-19 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Jakarta, Jumat, 5 Maret 2021. Vaksinasi Covid-19 untuk orang lanjut usia (lansia) tersebut diperuntukkan warga DKI Jakarta. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai gejala bisa muncul akibat Covid-19 dengan masing-masing tingkat keparahan sampai kematian dan tubuh pun butuh vaksin. Vaksin Covid-19 dibutuhkan terutama untuk menurunkan tingkat penularan dan kematian.

    Sejak program vaksinasi dimulai, sudah lebih dari 2 juta orang telah menerima dosis vaksinasi Covid-19 pertama. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memvaksinasi 181,5 juta penduduk secara bertahap.

    Berdasarkan data penelitian yang tersedia, vaksin dapat mencegah Covid-19 yang bergejala ringan atau sedang sampai berat. Selain itu, semua vaksin Covid-19 yang sudah mengeluarkan hasil sementara uji klinis (interim analysis) dapat mencegah Covid-19 yang berat, bahkan kematian, dengan sangat baik.

    Buat yang akan vaksinasi, ada beberapa hal yang pernu diketahui, terutama efek setelah vaksinasi Covid-19. Seperti dikutip dari laman kawalcovid19.id, ada sejumlah efek yang yang tidak diinginkan atau kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang ditimbulkan oleh vaksin Covid-19 dan sebagian besar ringan, yaitu:
    -Demam ringan
    -Rasa lelah
    -Rasa sakit dan kemerahan di tempat penyuntikan vaksin, yaitu otot lengan
    -Meriang
    -Sakit kepala
    -Nyeri otot
    -Nyeri sendi
    -Reaksi alergi dari ringan (gatal) sampai berat (syok anafilaksis)
    -Beberapa efek samping lain yang ringan

    Baca juga: Cegah Ketakutan, Pentingnya Petugas Vaksinasi Covid-19 Bersikap Humanis

    Oleh karena itu, setelah vaksinasi kita diminta untuk tetap di tempat selama kurang lebih 30 menit untuk mengamati gejala terkait KIPI. Selanjutnya, hal yang harus diingat adalah vaksin tidak melindungi 100 persen dari Covid-19, terutama yang tidak bergejala.

    Sampai saat ini, vaksin baru terbukti kuat menurunkan dengan signifikan risiko Covid-19 bergejala ringan/sedang/berat atau meninggal dunia. Kekebalan yang ditimbulkan oleh vaksin masih dipengaruhi oleh banyak faktor lain, salah satunya kondisi tubuh.

    Oleh karena itu, kita tetap perlu melakukan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun, sebelum dan setelah mendapatkan vaksin Covid-19 sebab pencegahan paling baik adalah mencegah tidak terpapar dengan cara melakukan 3M.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.