Pandemi Covid-19, Jangan Abaikan Perhatian pada Tuberkulosis

Reporter

Ilustrasi obat Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan membuat fokus masyarakat lebih banyak kepada penyakit tersebut. Padahal, banyak penyakit lain yang perlu mendapat perhatian, termasuk tuberkulosis atau TB.

Spesialis paru di RSUI, dr. Diah Handayani, Sp.P(K)., mengatakan upaya pencegahan TB seharusnya bisa lebih digalakkan seperti pada penanganan kasus COVID-19.

"Upaya ini memerlukan kerja sama dan kolaborasi dari banyak pihak, seperti kader, fasilitas layanan kesehatan, praktik sejawat, pemerintah, serta masyarakat," jelas Diah.

Menurutnya, program TB saat ini masih jauh dari target. Adanya pandemi COVID-19 sedikit menggeser program TB karena fokus dari tenaga kesehatan dan masyarakat saat ini lebih tertuju pada COVID-19.

"Upaya penanganan ini bisa kita contoh dan pelajari dari upaya penanganan COVID-19, di mana pelacakan kontak, identifikasi terapi, serta pencegahan dilakukan dengan agresif oleh banyak pihak sehingga upaya pencegahan TB juga harus radikal," katanya.

Diah menjelaskan beberapa terapi pencegahan TB meliputi pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), skrining, mencari kasus aktif, Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), pencegahan serta terapi HIV dan komorbid lain, akses ke layanan kesehatan, dan dukungan sosial serta pengentasan kemiskinan. Upaya eliminasi TB ini dilakukan mulai dari pencegahan TB laten dan infeksi TB sebelum sakit.

Baca juga: Pahami Gejala, Cara Hidup dan Upaya Atasi Tuberkulosis

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Perkumpulan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Depok, dr. Rulliana Agustin, mengatakan di masa pandemi COVID-19 ini para kader TB berperan dalam upaya memberikan pendampingan dan edukasi terbaik kepada masyarakat terhadap kewaspadaan akan TB dan pengobatannya.

Dalam menjalankan perannya beberapa tantangan yang dihadapi para kader, seperti di antaranya risiko tertular, cara memotivasi pasien, dan sebagainya. Dengan tantangan yang besar, para kader perlu terus menjaga semangat dengan meniatkan kegiatan sebagai bagian dari ibadah.

"Tentunya kerja sama dengan berbagai pihak perlu terus dijalin karena TB adalah masalah bersama yang cukup besar, salah satu yang diharapkan misalnya penyediaan APD yang terjamin bagi para kader," kata Rulli.

Ia berharap semua pihak dapat bersemangat dan berkolaborasi dalam menemukan dan mengatasi secara tuntas penyakit tuberkulosis sesuai dengan protokol kesehatan di era Pandemi COVID-19. Selain itu diharapkan pula layanan pengobatan dan laboratorium TB dapat dipertahankan berdampingan dengan layanan COVID-19.

Sedangkan dr. Cynthia Centauri, Sp.A menyatakan deteksi TB pada anak lebih sulit dibandingkan pada orang dewasa. Tidak seperti pada TB dewasa yang permasalahannya kebanyakan ada pada saluran pernapasan, pada anak yang menderita TB jarang sekali yang mengalami batuk.

“Gejala yang sering terjadi yaitu berat badan anak yang tak kunjung naik dan demam terus menerus,” katanya.

Ada empat prinsip pengobatan tuberkulosis pada anak, antara lain minum obat TB (OAT) secara teratur sampai dengan tuntas atau sembuh serta rutin untuk berobat dan kontrol ke dokter dan mencegah penularan lebih lanjut.






Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

17 jam lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

Menkes Budi Gunadi mengaku dapat perintah dari Presiden Jokowi untuk koordinasi dengan WHO soal status pandemi Covid-19.


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

17 jam lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa nanti keputusan menyatakan pandemi Covid-19 berakhir tetap ada di tangan WHO


Terkini Bisnis: Jokowi Akan Umumkan Pandemi Berakhir, Inflasi Tertinggi Sejak Desember 2014

18 jam lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Akan Umumkan Pandemi Berakhir, Inflasi Tertinggi Sejak Desember 2014

Berita terkini hingga Senin siang, 3 Oktober 2022, dimulai dari rencana Presiden Jokowi dalam waktu dekat akan mengumumkan pandemi Covid-19 berakhir.


Jokowi: Mungkin Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

18 jam lalu

Jokowi: Mungkin Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi sinyal bahwa pemerintah akan segera mengumumkan pandemi Covid-19 berakhir.


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

1 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

1 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Sandiaga Sumringah Jokowi Sindir Pejabat Hobi Wisata ke Luar Negeri

2 hari lalu

Sandiaga Sumringah Jokowi Sindir Pejabat Hobi Wisata ke Luar Negeri

Sandiaga berharap sindiran dan teguran Jokowi soal pilihan destinasi itu bisa dilaksanakan para pejabat dari tingkat bawah hingga atas.


Toyota Turunkan Target Produksi Mobil Bulan Ini Sebesar 6,3 Persen, Ini Penyebabnya

2 hari lalu

Toyota Turunkan Target Produksi Mobil Bulan Ini Sebesar 6,3 Persen, Ini Penyebabnya

Toyota hanya akan memproduksi sekitar 750.000 mobil. Pabrik di Jepang menunda produksi mobil selama sepuluh hari.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

3 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

3 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir