3 Fondasi Supaya Anak Tetap Sehat Luar Dalam Selama Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu bekerja dan anak di rumah. Freepik.com

    Ilustrasi ibu bekerja dan anak di rumah. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Para orang tua memiliki lebih banyak kekhawatiran terhadap anak selama pandemi Covid-19. Kekehawatiran ini beralasan karena selama pagebluk anak hanya berkutat di rumah demi mencegah penularan virus corona.

    Anak belajar di rumah, bermain di rumah, dan sebagian besar waktunya mungkin dihabiskan dengan bermain gadget. Dan salah satu yang menjadi kecemasan orang tua adalah bagaimana dengan dunia anak itu sendiri bersama teman-temannya nanti.

    Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Tumbuh Kembang Depok, Jawa Barat, Miza Dito Afrizal mengatakan wajar jika orang tua khawatir dengan perkembangan fisik dan psikologis anak selama pandemi Covid-19. Yang paling penting adalah orang tua menanamkan fondasi yang kuat kepada anak.

    "Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam merawat anak di tengah pandemi Covid-19 ini," kata Miza dalam bincang daring bersama Tokopedia, Rabu 10 Maret 2021. Tiga fondasi itu adalah nutrisi, imunisasi, dan sosialisasi.

    Nutrisi menjadi bekal awal untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya. Dengan nutrisi yang cukup, maka anak dapat aktif meski hanya di rumah saja.

    Kemudian imunisasi menjadi penting karena daya tahan tubuh adalah modal utama dalam menangkal infeksi virus. "Pastikan antibodi kuat dan bekerja dengan baik sehingga anak tetap sehat," katanya.

    Terakhir adalah sosialisasi. Menurut Miza, orang tua perlu memahami kalau sosialisasi tak selalu terbangun melalui kegiatan di luar rumah antara anak dengan teman-temannya. "Setiap hari ada saja yang mengeluh akibat pandemi anak-anak dikhawatirkan tidak bisa bersosialiasi," kata Miza.

    Baca juga:
    Mona Ratuliu - Indra Brasco Menerapkan Intuitive Parenting, Apa Itu?

    Kegiatan sosialisasi, menurut dia melanjutkan, dapat dilakukan di rumah bersama anggota keluarga yang ada. Bagi orang tua yang terbiasa bekerja di kantor kemudian harus bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama pandemi, maka ini kesempatan untuk mendampingi anak dan bersosialisasi.

    "Jangan terbiasa mendiamkan anak selama dia di rumah, sementara orang tuanya sibuk bekerja," ucap Miza. Membiarkan anak bermain sendiri padahal ada orang tua di sisinya tidak baik untuk perkembangan anak di masa mendatang.

    Terutama untuk anak berusia 1 sampai 5 tahun, orang tua sebaiknya bisa menjadi teman bermain anak. Musababnya, menurut Miza, di usia ini anak harus merasakan social experience sebagai bekal nanti ketika pandemi Covid-19 sudah terkendali. "Jadi mereka tahu seperti apa cara bersosialiasi dengan orang lain," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.