Rumus Cara Menghitung Kalori Dibutuhkan Tubuh, Beda Ukuran Pria dan Wanita

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasi putih mengandung kalori yang lebih tinggi dari nasi merah. (Pexels/Lum3n)

    Nasi putih mengandung kalori yang lebih tinggi dari nasi merah. (Pexels/Lum3n)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalori merupakan jumlah energi yang didapatkan dari makanan dan minuman yang kemudian terbakar melalui aktivitas sehari-hari menjadi energi. namun, bagaimana cara menghitung kalori yang dibutuhkan tubuh?

    Singkatnya, tubuh membutuhkan energi yang diolah dari kalori untuk beraktivitas setiap harinya. Lalu berapa kebutuhan kalori bagi pria dan wanita, serta bagaimana kebutuhan kalori tersebut dapat dihitung untuk menentukan jumlah yang pas agar tidak kekurangan atau bahkan kelebihan? 

    Pada dasarnya, kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda, tergantung pada umur, gender, tinggi serta berat badan dan juga aktivitas yang dilakukan. Pentingnya mengetahui jumlah kalori berguna untuk menjaga bentuk tubuh tetap ideal, menghindari kondisi anoreksia dan obesitas. Secara teknis, saat memakan atau meminum sesuatu yang mengandung kalori, tubuh akan membakar kalori menjadi energi.

    Jika kalori yang terbakar kurang dari yang dibutuhkan maka tubuh akan membakar lemak dalam tubuh sehingga bila hal tersebut berlangsung terus menerus, tubuh akan kekurangan lemak dan menjadi kurus. Begitu juga sebaliknya, jika terlalu banyak kalori daripada yang dibutuhkan, tubuh akan menimbun kalori tersebut menjadi lemak yang mana nantinya akan berakibat pada kondisi tubuh dengan berat badan berlebih alias obesitas.

    Secara rata-rata, kebutuhan kalori pada pria dewasa sekitar 2.500 kal dan wanita biasa sekitar 2.000 kal. Karena jumlah kebutuhan kalori setiap orang tidak sama, maka kebutuhan kalori tersebut didapatkan dengan menghitung Basal Metabolic Rate atau BMR serta tingkat aktivitas fisik harian.

    Baca: Cara Menghitung Kalori yang Terbakar Setelah Bercinta

    BMR sendiri merupakan energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan proses vital. Adapun rumus menghitung BMR yang kerap digunakan oleh ahli gizi yaitu rumus Harris-Benedict, dihitung berdasarkan umur, gender, serta berat dan tinggi badan seseorang.

    Berikut rumus cara menghitung kebutuhan kalori per hari pada pria dan wanita:

    Untuk pria: (88,4 + 13,4 x berat kilogram) + (4,8 x tinggi sentimeter) – (5,68 x usia tahun)

    Untuk wanita: (447,6 + 9,25 x berat kilogram) + (3,10 x tinggi sentimeter) – (4,33 x usia tahun)

    Contoh: Seorang pria pekerja kuli bangunan berusia 30 tahun dengan berat badan 60 kg, tinggi 170 cm dan tingkat aktivitas harian tergolong tinggi karena rata-rata pekerjaan hariannya dilakukan dengan aktivitas fisik yang berat. Maka, BMR pria ini yaitu: (88,4 + 13,4 x 60) + (4,8 x 170) – (5,68 x 30) = 1,538 kkal.

    Hasil penghitungan BMR dengan rumus Harris-Benedict tersebut kemudian dikalikan dengan angka aktivitas fisik harian. Semakin jarang beraktivitas, semakin rendah pula angka aktivitas hariannya, angka aktivitas harian tersebut biasanya berkisar antara 1,2 hingga 1,9 tergantung seberapa tinggi aktivitas fisik harian seseorang.

    Jadi demikian cara menghitung kalori, karena pria tersebut termasuk sering beraktivitas fisik, angka aktivitas hariannya berada di angka 1,8. Artinya, supaya tubuh tetap terjaga agar dapat bekerja dengan baik, jumlah kebutuhan kalori per harinya pria tersebut yakni: 1,538 x 1.8 = 2,768.4 kkal.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.