Mengenali 3 Faktor Risiko Penyebab Tumor Otak

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi otak. Pixabay

    Ilustrasi otak. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Tumor otak berdasarkan penyebabnya terbagi menjadi primer dan sekunder. Secara primer tumor otak dapat muncul akibat pertumbuhan sel abnormal pada otak itu sendiri. Dan secara sekunder tumor dapat disebabkan oleh penyebaran kanker dari organ tubuh lainnya.

    Pada jenis primer tumor otak, sel atau jaringan abnormal bisa berasal dari sel glia, meninges, kelenjar pituitari, kelenjar pineal, atau sel dan jaringan lainnya. Sementara pada jenis sekunder atau metastatis, sel tumor bisa berasal dari bagian tubuh lainnya, seperti payudara, usus besar, paru-paru, ginjal, dan kulit.

    Namun diketahui ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Walaupun seseorang yang terkena tumor pun bisa saja memiliki faktor risiko yang tidak diketahui.

    Pertambahan usia menjadi salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, mengingat penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang tua, meskipun segala usia juga bisa mengalaminya.

    Baca: Inilah 9 Jenis Tumor Otak Jinak Menurut Lokasi Pertumbuhannya

    Kemudian seseorang yang pernah terkena radiasi ionisasi, seperti terapi radiasi untuk mengatasi kanker atau radiasi dari bom atom, dirinya memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit ini.

    Lalu penyakit ini juga terjadi karena faktor keturunan. Sebagian kecil penyakit tumor ini terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit sama atau kelainan genetik tertentu.

    Walaupun penyebab dari penyakit tumor otak ini belum diketahui, kita bisa menurunkan risiko penyakit ini dengan menghindari berbagai faktor risiko yang mungkin bisa menyebabkannya.

    TEGUH ARIF ROMADHON


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.