Durian Pantang Bagi Tekanan Darah Tinggi, 6 Makanan Lain Tak Ramah Hipertensi

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Durian Gandaria Cikakak. Foto: Sukabumiupdate

    Durian Gandaria Cikakak. Foto: Sukabumiupdate

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk menghindari tekanan darah tinggi ada beberapa makanan yang memang dilarang untuk dikonsumsi pengidap hipertensi ini.

    Berikut 7 jenis makanan yang dipantang atau harus dibatasi bagi seseorang yang memiliki kecenderungan memiliki hipertensi.

    1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi.
    2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium seperti biskuit, craker, keripik dan makanan kering yang asin.
    3. Makanan dan minuman dalam kaleng misalnya sarden, sosis, kornet, sayuran serta buah-buahan dalam kaleng, soft drink.
    4. Makanan yang diawetkan seperti dendeng, asinan sayuran atau buah-buahan, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin dan selai kacang.
    5. Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah yaitu sapi atau kambing, kuning telur, dan kulit ayam.
    6. Bumbu-bumbu seperti kecap, Mononatrium glutamat (MSG), terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium.
    7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape. Alkohol juga berpotensi merusak dinding arteri sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung

    Baca: 8 Makanan yang Baik Untuk Penderita Tekanan darah Tinggi

    Menjaga pola hidup dengan mengatur pola makan menjadi sesuatu yang harus dilakukan dalam menjaga kesehatan bagi mereka pengidap tekanan darah tinggi. Bukan hanya bagi mereka yang menderita suatu penyakit, kesehatan juga merupakan suatu upaya yang harus dilakukan setiap orang. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati.

    TEGUH ARIF ROMADHON


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.