Hindari Makanan Berikut kala Perut Kosong, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mencium bau makanan. Freepik.com/yanalya

    Ilustrasi wanita mencium bau makanan. Freepik.com/yanalya

    TEMPO.CO, Jakarta - Makan terlalu sedikit atau melewatkan waktu makan, terutama sarapan, bisa membuat kita makan berlebihan. Saat kelaparan, kita cenderung makan apa saja tanpa memikirkan efeknya untuk kesehatan. Misalnya, menikmati camilan berkalori tinggi dan seringkali menyebabkan muntah, mual dan diare. Bahkan, dalam beberapa kasus, keracunan makanan.

    Hal ini terjadi, karena saluran gastrointestinal (GI) bisa menjadi lebih sensitif terhadap jenis makanan tertentu jika sudah lama kehabisan tenaga. Namun, tidak berarti semua makanan buruk ketika sangat lapar. Berikut makanan yang disarankan tidak dikonsumsi saat kelaparan, dikutip dari Boldsky.

    Alpukat
    Sarat berbagai nutrisi, buah berwarna hijau ini membantu menurunkan kadar kolesterol, mengatur gula darah, melindungi mata, meningkatkan kesuburan, memperbaiki fungsi kognitif, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan membantu mencegah timbulnya penyakit osteoartritis.

    Tetapi, makan alpukat dengan perut kosong, terutama saat belum makan sebelumnya, tidak baik. Kandungan lemak dalam alpukat dicerna dengan sangat lambat dan dapat memicu refluks pada beberapa orang.

    Ilustrasi sayuran (pixabay.com)

    Sayuran mentah
    Sayuran secara alami bermanfaat bagi kesehatan secara umum. Meski begitu, sayuran mentah harus dihindari saat perut kosong karena dapat membuat terlalu kenyang dan bahkan dapat menyebabkan penurunan gula darah di kemudian hari. Sayuran berserat bisa sulit dicerna, menyebabkan gas serta kembung.

    Baca juga: Sudah Makan tapi Masih Lapar, Mungkin Ini Makanannya

    Buah
    Meskipun makan sebuah pisang atau apel mungkin baik-baik saja saat perut kosong, makan buah dalam porsi besar (gula sederhana) akan menyebabkan glukosa darah naik tiba-tiba dan kemudian membuat Anda merasa lelah dan lapar lagi dalam 30-60 menit. Keasaman buah-buahan juga bisa menyebabkan naiknya asam lambung.

    Makanan berenergi
    Makanan mengandung energi atau sumber kalori dapat memberi tenaga tetapi tidak saat memakannya dalam keadaan perut kosong. Makanan yang biasa diklaim sumber energi sehat itu bisa menjadi berat saat perut kosong, menyebabkan gas dan ketidaknyamanan saat tubuh mencoba mencerna.

    Protein shakes
    Sebagian besar protein shake mengandung whey, yang bila dikonsumsi saat perut kosong dapat menyebabkan efek samping seperti kembung, kram, dan diare.

    Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    Daging merah
    Daging merah kaya protein, artinya butuh banyak waktu bagi tubuh untuk mencernanya. Makan daging merah saat perut kosong akan menyebabkan tubuh bekerja ekstra memecah protein, mengakibatkan perut tertekan, serta perasaan kenyang yang berlebihan.

    Kopi
    Minum kopi saat perut kosong pada pagi hari dapat menyebabkan tubuh melepaskan asam klorida ke dalam sistem pencernaan, meningkatkan keasaman, dan mengakibatkan masalah pencernaan.

    Keripik
    Tidak mengherankan jika keripik termasuk dalam daftar makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat perut kosong, baik itu dipanggang atau digoreng. Pasalnya, garam dalam keripik tidak baik untuk pencernaan saat perut sudah lama tidak diisi.

    Permen karet
    Ada kesalahpahaman umum mengunyah permen karet dapat membuat terasa kenyang atau membantu mengalihkan pikiran dari makan. Mengunyah permen karet ketika perut kosong menyebabkan produksi getah lambung dan dengan demikian menyebabkan sakit perut dan mual. Jadi, saat melewatkan waktu makan dan makan setelah jeda waktu, ingatlah untuk membuat perut dan saluran pencernaan santai. Makanlah makanan yang mengandung kacang-kacangan dan sesuatu yang manis, pisang, atau kurma.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.