Komunitas Bike To Work dan Tips Bersepeda Tak Gampang Lelah

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perempuan dari komunitas Bike To Work (B2W) peserta 'Srikandi Jilid 2' melakukan pemanasan dengan melintasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (18/4). Pada 21 April mendatang, mereka berencana melakukan perjalanan dengan bersepeda dari Jepara menuju Bandung untuk memperingati Hari Kartini. TEMPO/Amston Probel

    Sejumlah perempuan dari komunitas Bike To Work (B2W) peserta 'Srikandi Jilid 2' melakukan pemanasan dengan melintasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (18/4). Pada 21 April mendatang, mereka berencana melakukan perjalanan dengan bersepeda dari Jepara menuju Bandung untuk memperingati Hari Kartini. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Bike to Work berawal dari sekelompok penggemar kegiatan bersepeda oleh Komunitas Jalur Pipa Gas yang kemudian dideklarasikan di Balai Kota DKI Jakarta pada Agustus 2005 lalu. Acara itu dihadiri kurang lebih 750 pesepeda dari berbagai komunitas.

    Komunitas Bike to Work atau B2W Indonesia ini bukan hanya menarik dari segi visi dan misinya, logo yang dimiliki juga mengandung makna dan alasan. Dilansir dari situs resmi B2W ada beberapa penjelasan makna dari logo mereka.

    Lingkaran dalam logo yang merupakan simbolisasi dari roda. Logonya yang berwarna kuning dan hitam mengadaptasi dari rambu lalulintas yang melambangkan komunitas ini lebih banyak berada di jalan raya. Kemudian jenis sepeda mountain bike dalam logo yang menceritakan awal mula komunitas. Tulisan dalam logo juga menggunakan font Arial agar mudah dibaca dan dipilih huruf kecil semua untuk menggambarkan dalam komunitas ini lebih didominasi oleh masyarakat kecil.

    Dalam logonya juga tersirat harapan dan doa seperti pemanfaatan dua huruf "O' pada tulisan yang membentuk simbol sepeda yang menghadap ke atas sebagai harapan komunitas akan naik dan terus berkembang. Lalu tulisan dalam lingkaran yang menyentuh garis tepi menggambarkan tidak adanya batasan dalam komunitas, baik golongan, usia maupun kelompok.

    Nama Bike to Work , yang awalnya berarti bersepeda ke tempat kerja, menggunakan bahasa Inggris agar komunitas ini lebih universal tanpa mentargetkan hanya orang Indonesia yang berada dalam komunitas ini bahkan mendunia. Namun untuk menyikapi perkembangannya, arti Bike to Work kini berganti menjadi bersepeda untuk berbagai aktifitas bukan untuk pergi bekerja lagi.

    Baca: Cegah Penyakit Jantung Dengan Bersepeda

    Untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik dengan bersepeda kita juga harus menikmati bersepeda dengan nyaman. Nah, ini ada 8 tips bersepeda agar tidak cepat lelah.

    1. Pilihlah Sepeda yang Tepat
    Memilih sepeda yang tepat sesuai rute yang akan dilewati merupakan satu cara bersepeda agar tidak cepat lelah. Jika sepeda yang digunakan tidak sesuai, maka pengguna akan kesulitan dan lebih menguras tenaga.
    2. Perhatikan Kenyamanan
    Menyesuaikan kondisi sepeda untuk menunjang kenyaman juga perlu dilakukan. Karena jika kondisi sepeda sudah tidak mendukung, perjalanan akan terasa tidak menyenangkan.
    3. Pelajari cara memperbaiki ban bocor/kempis
    Pengetahuan tentang memperbaiki sepeda juga harus dipelajari untuk berwaspada jika ada suatu kendala di perjalanan.
    4. Miliki Perlengkapan Keamanan
    Memakai perlengkapan keamanan untuk keperluan keamanan sepeda dan pengguna.
    5. Pelajari Teknik Dasar
    Memahami beberapa teknik dasar dalam bersepeda untuk memudahkan Anda dalam menghadapi rute dan kondisi jalan tertentu agar aman nyaman.
    6. Perhatikan Asupan Saat Bersepeda
    Pesepeda disarankan untuk selalu membawa camilan ringan saat bersepeda selama lebih dari 90 menit.
    Selain itu, membawa air dalam botol yang dipasang di sepeda juga perlu dilakukan untuk memudahkan para pesepeda untuk minum saat haus selama bersepeda.
    7. Perlahan Tetapi Pasti
    Untuk bersepeda, pesepeda harus bisa menyesuaikan target rute dan kondisi fisiknya agar tidak mengalami kecapekan. Terlalu jauh menentukan target tanpa latihan akan berisiko terjadinya cedera.
    8. Kombinasikan Latihan Anda
    Untuk menghindari kebosanan, peseda disarankan mengkombinasikan latihan dengan cara membuat jadwal olahraga. Misalnya bersepeda pada hari-hari tertentu, dan pergi ke tempat Gym keesokan harinya.

    TEGUH ARIF ROMADHON


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.