Penulis Drama Jepang Oshin Meninggal Dunia Akibat Sakit Limfoma

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Oshin. layarfilm.com

    Film Oshin. layarfilm.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penulis skenario di balik drama televisi legendaris asal Jepang Oshin, Sugako Hashida, meninggal dunia di usia 95 tahun, Minggu 4 April 2021. Ia meninggal akibat limfoma di rumahnya di Atami, prefektur Shizuoka.

    Baca: Oshin Kembali Tayang di Televisi Indonesia

    Limfoma adalah kanker yang terjadi pada kelenjar getah bening (KGB). KGB merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi kuman. Kelenjar getah bening dalam tubuh manusia terdapat di berbagai tempat – antara lain di leher, ketiak, lipat paha, tonsil, limpa, dan sumsum tulang. 

    Serial Oshin yang tayang pada 1983 mengisahkan hidup seorang perempuan yang lahir di desa miskin dan menjadi pebisnis supermarket sukses. "Oshin" tayang di banyak negara, termasuk Indonesia. Oshin adalah anak yang lahir di keluarga petani miskin Yamagata. Demi memenuhi kebutuhan keluarga, dia ditukar dengan sekarung beras untuk menjadi pembantu.

    ADVERTISEMENT

    Meski mengalami berbagai cobaan, Oshin gigih berjuang sejak zaman peralihan masa perang era Meiji ke era Showa. Serial yang terdiri atas 297 episode dengan durasi masing-masing episode 15 menit itu dianggap sebagai salah satu drama televisi Jepang terbaik dengan rating mencapai 62,9 persen.

    Hashida, bernama asli Sugako Iwasaki, lahir di Seoul. Dia menjadi penulis naskah drama setelah bergabung dengan Shochiku Co. Dia menerima Order of Culture pada 2020 dari pemerintah Jepang atas kontribusi dan pencapaian budaya.

    Beberapa tahun lalu, Hashida mengundang kontroversi dengan menerbitkan buku pada 2017 yang mengungkapkan keinginannya menutup usia dengan euthanasia atau suntik mati yang tidak legal di Jepang. "Mati adalah pekerjaan terakhir bagi manusia. Saya ingin memutuskannya sendiri," kata dia dalam wawancara.

    Dilansir Kyodo, Hashida didukung oleh para ibu rumah tangga karena menggambarkan keluarga dengan gaya dry humor khasnya. Di serial drama "Wataru Seken wa Oni Bakari" yang tayang pada 1990, dia menggambarkan masalah lazim di rumah tangga Jepang, seperti ketegangan antara ibu rumah tangga dan ibu mertuanya.

    Tema perempuan yang berjuang melindungi keluarga seperti kisah Oshin juga dimasukkan ke dalam drama sejarah. Di "Onna Taikoki", tayang pada 1981, dia meminjam sudut pandang perempuan untuk menggambarkan periode Sengoku, perang saudara dan pergolakan sosial pada abad 15 dan 16, fokus terhadap kehidupan Nene, istri Toyotomi Hideyoshi, salah satu dari panglima perang paling terkemuka pada masa itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.