Tenang kala Ramadan dengan Teliti Atur Keuangan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keuangan. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi keuangan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengatur keuangan di masa Ramadan tak jarang bikin pusing. Diperkirakan empat dari 10 orang di Indonesia mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan selama Ramadan, khususnya saat pandemi COVID-19.

    Perencana keuangan Lolita Setyawati membagikan tips untuk mengatur keuangan agar ibadah Ramadan dapat berjalan aman dan nyaman.

    "Tips pertama yang harus dilakukan untuk mengatur keuangan di masa Ramadan adalah buat daftar prioritas sesuai kebutuhan," kata Lolita.

    Dengan menuliskan daftar prioritas, Anda dapat mengetahui kebutuhan dan keinginan sehingga lebih bisa dihindarkan melakukan belanja tidak terduga. Banyak terjadi kesalahan dalam pengaturan keuangan di masa Ramadan sebab orang Indonesia suka tergoda dan mengaburkan makna antara keinginan dan kebutuhan karena tidak adanya daftar prioritas.

    Tips kedua adalah siapkan dana ekstra untuk kebutuhan tambahan. Di masa Ramadan kerap ada banyak kebutuhan tambahan yang meningkat, misalnya keinginan untuk bersedekah atau membagikan THR kepada keluarga meskipun tidak dapat berjumpa karena larangan mudik akibat COVID-19.

    Dana ekstra ini harusnya disiapkan sebelum Ramadan tiba. Namun, belum terlambat untuk memulai dari sekarang sebelum Lebaran. Ketiga, hal yang harus dilakukan adalah belanja di awal agar lebih hemat. Seringkali harga-harga kebutuhan pokok naik pada momen-momen keagamaan seperti saat Ramadan.

    Dengan belanja lebih awal, Anda bisa menghemat pengeluaran sebelum terjadinya peningkatan harga untuk kebutuhan pokok makanan dan minuman selama puasa. Terakhir, siapkan menu makanan dan minum sebelum sahur dan buka puasa.

    "Menyiapkan menu untuk sahur dan buka puasa dapat mengendalikan diri untuk tidak impulsif. Dengan menu yang sudah disiapkan Anda menghemat pengeluaran. Di samping itu juga audit kulkas jangan dilupakan karena kebiasaan ibu-ibu suka menyetok, itu lebih baik diaudit sehingga tidak ada bahan makanan yang terbuang sia-sia dan dapat digunakan secara maksimal," tutur Lolita.

    Baca juga: Puasa Ramadan, Penyebab Lapar Lagi setelah 2-4 Jam Sahur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H