Meditasi Mindfulness Memberi Dampak Pada Kesehatan Mental

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda mendengar istilah meditasi mindfulness? Mindfulness merupakan jenis meditasi agar Anda fokus untuk menyadari secara intens apa yang Anda rasakan saat ini, tanpa interpretasi atau penilaian.

    Mempraktekkan mindfulness mencakup metode pernapasan, perumpamaan terpandu, dan praktik lain untuk merilekskan tubuh dan pikiran serta membantu mengurangi stres.

    Tenaga Anda dapat terkuras melalui berbagai hal. Misalnya menghabiskan terlalu banyak waktu untuk merencanakan sesuatu, memecahkan masalah, melamun, atau pikiran negatif. Hal-hal tersebut juga dapat membuat Anda lebih mungkin mengalami stres, kecemasan, serta gejala depresi. Berlatih mindfulness dapat membantu Anda mengalihkan perhatian Anda dari ha-hal negatif.

    Anda dapat menggunakan meditasi mindfulness untuk meningkatkan kesadaran akan diri sendiri dan lingkungan. Banyak orang menganggap meditasi satu ini sebagai cara untuk mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi. Selain itu, Mindfulness juga menjadi langkah untuk mengembangkan kebiasaan dan perasaan bermanfaat lainnya. Sebut saja suasana hati dan pikiran positif, disiplin diri, pola tidur yang sehat, bahkan peningkatan toleransi terhadap rasa sakit.

    Mindfulness direkomendasikan sebagai salah satu pengobatan bagi orang-orang dengan gangguan mental. Tak hanya itu, mindfulness juga direkomendasikan bagi mereka yang ingin meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mentalnya.

    Ada juga jenis meditasi mindfulness berbeda yang dapat membantu orang dengan cara yang berbeda pula. Sebuah studi menunjukkan peran yang kuat untuk Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR), yang membantu orang untuk mengatasi stress. Selain itu, juga untuk Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT) yang dirancang untuk membantu orang dengan depresi berulang.

    Dalam beberapa tahun belakangan, psikoterapis telah beralih ke meditasi mindfulness dalam mengobati sejumlah masalah pada pasiennya. mencakup depresi, penyalahgunaan zat aditif, gangguan makan, gangguan kecemasan, serta gangguan obsesif-kompulsif atau Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

    Beberapa ahli percaya bahwa mindfulness membantu orang menerima pengalaman yang pernah mereka alami, termasuk emosi menyakitkan. Bukan menghindarinya dengan keengganan.

    Suatu yang umum bila meditasi mindfulness dikombinasikan dengan psikoterapi, terutama terapi perilaku kognitif. Perkembangan ini masuk akal, karena meditasi dan terapi perilaku kognitif memiliki tujuan yang sama. Yakni membantu pasien mendapatkan perspektif tentang pikiran yang irasional, maladaptif, dan merugikan dirinya sendiri.

    ANNISA FEBIOLA 

    Baca: Cara Simpel Menerapkan Mindfulness Sehari-hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.