Pakar Beri Saran Jaga Kebersihan Makanan Pesan Antar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang difabel bekerja sebagai pengantar makanan Grabfood terkena dampak dari pelarangan skuter listrik di Singapura karena jumlah pelanggannya berkurang. [ASIA ONE]

    Seorang difabel bekerja sebagai pengantar makanan Grabfood terkena dampak dari pelarangan skuter listrik di Singapura karena jumlah pelanggannya berkurang. [ASIA ONE]

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi COVID-19 ini, banyak orang mengandalkan makanan pesan antar untuk mengenyangkan perut. Tapi, ada hal-hal yang harus diperhatikan demi menjaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari COVID-19.

    Ahli gizi klinik sekaligus pengajar program studi S2 dan Pendidikan Spesialis Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr. Ida Gunawan, mengatakan saat menerima paket makanan pesan antar yang dibungkus dengan plastik, langkah pertama yang dilakukan adalah mencuci tangan setelah melepas plastik pembungkus dan membuangnya.

    "Kalau setiap makanan yang dikirim dan dibungkus plastik, segera lepas plastik dan dibuang. Kemudian, cuci tangan kembali dengan bersih sebelum akhirnya membuka bungkus dari makanan tersebut," kata Ida.

    Cuci tangan dengan air dan sabun, lalu bilas dan keringkan. Selain sabun, cuci tangan juga bisa dilakukan dengan pembersih berbahan dasar alkohol. Setidaknya butuh waktu 20 detik untuk mencuci tangan.

    Basahi tangan, gosok dengan sabun hingga merata. Gosok pula area di antara jari, punggung tangan, dan ujung jari, lalu bilas dengan air serta keringkan. Bila ada orang yang ingin menghangatkan makanan dari layanan pesan antar dengan alasan mengurangi risiko masalah kesehatan, Ida menjelaskan hingga saat ini belum ada keterangan atau pun bukti penelitian yang mengaitkan transmisi COVID-19 dapat ditularkan lewat makanan.

    Meski demikian, Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi RS Pondok Indah - Puri Indah itu mengatakan menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan tetap harus diterapkan ketika menerima makanan dari luar rumah.

    Menghangatkan makanan yang sudah mendingin akibat menghabiskan waktu dalam perjalanan boleh-boleh saja agar pengalaman makan jadi lebih nikmat. "Tapi kalau menghangatkan jadi salah satu faktor mengurangi risiko transimisi COVID-19, sampai saat ini belum ada buktinya," tuturnya.

    Baca juga: Almond dan 9 Jenis Makanan ini Bantu Jaga Kesehatan Jantung Anda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H