Benarkah Vaksinasi Covid-19 Lebih Manjur kala Puasa?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ilustrasi Vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis penyakit dalam dr. Kathi Swaputri Kancana menyatakan vaksinasi COVID-19 diperbolehkan saat puasa Ramadan karena tidak ada perbedaan kondisi imunitas tubuh selama puasa dengan tidak.

    “Justru menurut para ahli imunitas selama bulan puasa akan lebih meningkat jika dibandingkan ketika tidak berpuasa. Hal tersebut didukung dengan pola makan saat sahur dan buka puasa yang diterapkan dengan baik,” kata dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu.

    Kathi menambahkan vaksinasi COVID-19 pun disarankan ketika berpuasa. Ia menuturkan pakar dan kepala laboratorium Universitas Fakeeh Dubai, Dr. Paalat Menon, mengatakan selama berpuasa respons imunitas justru akan meningkat dua kali lipat sebab setelah 12 jam pascapuasa, makrofag pada sistem imunitas akan bekerja lebih cepat untuk membersihkan sel-sel mati dalam tubuh.

    "Proses tersebut disebut autofagi di mana sistem imun menjadi lebih sensitif. Itulah juga mengapa puasa sangat baik untuk pasien-pasien dengan diabetes, tuberkulosis, dan penyakit metabolik lain,” lanjutnya.

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya telah menegaskan vaksinasi COVID-19 tidak membatalkan puasa karena disuntikkan dan tidak melalui lubang tertentu pada tubuh manusia. Kathi menjelaskan pada dasarnya tidak ada dampak atau efek tertentu dari vaksinasi COVID-19 ketika orang berpuasa atau tidak. Setelah mendapat vaksin, tubuh mulai merespons untuk membentuk antibodi yang akan tercapai maksimal hingga 28 hari pascavaksin dosis kedua.

    "Pada beberapa kondisi memang akan terjadi reaksi seperti nyeri pada bekas suntikan yang akan hilang sekitar maksimal dua hari setelah vaksinasi atau reaksi lain seperti kelelahan. Reaksi tersebut merupakan respons tubuh yang sedang bekerja membentuk antibodi,” katanya.

    Dia mengingatkan pola makan yang baik selama puasa penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Penting untuk mengonsumsi karbohidrat dan protein sebagai sumber energi selama berpuasa Ramadan. "Asupan vitamin, termasuk vitamin D, juga dapat membantu mempertahankan daya tahan tubuh selama pandemi di bulan Ramadan ini," tegasnya.

    Baca juga: Tips Aman Bersepeda saat Puasa Ramadan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H