Pengusaha Muda Juga Harus Punya Prioritas, Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengusaha. Shutterstock

    Ilustrasi pengusaha. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang sering skeptis terhadap kemampuan anak muda sebagai pengusaha. Mereka masih cukup muda untuk bereksplorasi dan mengembangkan potensi hingga maksimal saat kebanyakan orang harus melawan keinginan untuk memutar mata, menepuk kepala, dan mengacak-acak rambut Anda hanya karena usia.

    Akan tetapi, ketika benar-benar mencapai keberhasilan, orang akan terpesona dengan kemampuan Anda untuk mengatasi rintangan yang luar biasa. Untuk berubah dari pengusaha skeptis menjadi optimistis bukan hal yang mudah. Banyak orang bahkan menyerah sebelum sampai di tujuan.

    Untungnya, tidak ada takdir yang mengatakan setiap pengusaha muda akan gagal. Anda memiliki banyak peluang daripada hambatan yang harus dilakukan untuk tetap fokus dan tumbuh sebagai pengusaha sukses, termasuk lima hal di bawah ini, seperti dilansir melalui Entrepreneur.

    Pilih tujuan yang tidak dapat ditawar
    Tidak ada yang salah dengan bermimpi untuk mendapatkan kekayaan yang cukup, tetapi Anda tidak seharusnya menetap pada standar yang biasa saja. Pilih satu tujuan yang tidak dapat ditawar. Saat target difokuskan pada hal-hal yang berwujud dan material, tujuan tersebut berisiko dapat ditawar atau turun nilainya saat tekanan menjadi terlalu tinggi. Mobil atau rumah baru tidak akan memuaskan keinginan ini, hanya kesuksesan akhir yang dapat membuat puas.

    Tetapkan rutinitas harian
    Manusia adalah makhluk yang hidup dengan kebiasaan. Anda akan menemukan diri paling produktif, merasa lebih bersemangat, dan lebih menikmati hidup jika dapat menuntaskan rutinitas harian, bangun, olahraga, membaca buku di waktu yang sama setiap hari. Tentu saja akan ada saat-saat ritual ini perlu dikesampingkan untuk urusan mendesak tetapi memiliki rutinitas untuk kembali akan membantu merasa nyaman.

    Bekerja dengan waktu sendiri
    Meskipun tidak ada yang salah dengan bekerja lebih lama atau bangun lebih awal, Anda harus jujur pada diri sendiri tentang kapan diri paling produktif. Apakah Anda menyelesaikan pekerjaan paling banyak antara siang hingga matahari terbenam? Kosongkan waktu itu untuk menjadi kreatif dan membuat kemajuan. Apakah Anda lebih seperti kelelawar? Tidurlah agar memiliki lebih banyak energi saat matahari terbenam. Lakukan apapun yang perlu untuk membuat diri lebih produktif.

    Jujurlah dengan orang lain
    Anda mungkin telah mencoba menangani semua tanggung jawab sekaligus tanpa membiarkan diri sedang di ambang kelelahan. Anda mencoba untuk menghabiskan waktu dengan keluarga, bergaul dengan teman-teman, dan pergi dengan pacar sambil tetap berusaha untuk mencapai tujuan. Ini tidak akan berhasil dalam jangka panjang dan cepat atau lambat orang akan mulai menyadarinya. Anda harus jujur pada orang-orang terdekat. Beri tahu mereka Anda berada dalam masa kreatif ketika perlu fokus menyelesaikan pekerjaan. Jika berharga dalam hidup, mereka akan memahami dan mendukung Anda.

    Tetap antusias bahkan saat gagal
    Anda mungkin akan gagal, merasa lelah, malu dan putus asa. Ini terjadi pada setiap pengusaha dan itu juga dapat terjadi pada Anda. Perbedaannya adalah Anda mampu mengatasinya, menjaga antusiasme, dan terus berusaha. Sementara pelaku wirausaha yang gagal terhenti oleh kemunduran, Anda akan beralih dari kegagalan ke kegagalan tanpa kehilangan momentum. Jangan takut untuk gagal sampai akhirnya bisa melakukannya dengan benar karena Anda masih muda. Anda punya banyak waktu untuk mencari tahu apa yang salah dan bagaimana cara melakukannya dengan lebih baik. Anda tahu mampu melakukan hal-hal menakjubkan. Sekarang saatnya untuk menunjukkan hal itu kepada dunia.

    Baca juga: 10 Pekerjaan Lepas yang Menjanjikan di Masa Pandemi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.