Sahur dan Puasa Sehat buat Pasien Diabetes kala Ramadan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan sehat. (Canva)

    Ilustrasi makanan sehat. (Canva)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain mengejar banyak pahala kala Ramadan, kita juga harus menjaga kesehatan dengan makanan yang bergizi dan berprotein tinggi. Terlebih, kita hanya makan pada waktu berbuka dan sahur saja, yang membuat nutrisi harus banyak terpenuhi.

    Dilansir dari Nourishdoc, ada beberapa tahapan dalam menjaga kesehatan kala Ramadan. Salah satunya dengan menjaga pola makan sahur. Selalu perhatikan isi yang terdapat pada piring sahur dengan beberapa elemen yang bernutrisi, contohnya:

    -Air untuk menjaga tetap terhidrasi sampai berbuka puasa.
    -Semangkuk oatmeal atau nasi untuk karbohidrat.
    -Telur, ayam, kecambah, atau kedelai, karena merupakan sumber protein yang baik.
    -Beri dan buah seperti apel, pepaya, pir, sayuran berdaun hijau.
    -Batasi minyak dari makanan menjadi dua sendok teh.
    -Batasi jumlah garam dalam makanan.
    -Selain airminum, usahakan untuk mengasup air dari makanan.
    -Lakukan sahur selambat mungkin. Selain itu, untuk menjaga kesehatan selama Ramadan, sebaiknya jaga pola sahur dengan tidak memakan makanan ini. Berikut, makanan yang tidak boleh dikonsumsi selama sahur.

    -Karbohidrat sederhana atau olahan. Ini adalah makanan yang hanya bertahan 3-4 jam dan rendah nutrisi penting. Makanan semacam itu termasuk tepung putih, gula, kue kering, atau donat.

    -Makanan asin. Ketidakseimbangan kadar natrium dalam tubuh bisa membuat haus saat berpuasa. Jadi, jauhi kacang asin, acar, keripik, dan makanan yang mengandung kecap. Ini dapat mengganggu rasio natrium-kalium yang dibutuhkan untuk kisaran yang sehat.

    -Minuman berkafein. Kopi mengandung kafein yang menyebabkan sulit tidur dan gelisah. Selain itu, tidak melembabkan dan membuat Anda membutuhkan air sepanjang hari. Dari pedoman di atas tentang sahur sehat, hal itu berlaku juga buat penderita diabetes. Para pasien diabetes harus bisa mengontrol makanan ketika berpuasa.

    Masalah lain yang bisa terjadi bila menderita diabetes adalah kadar glukosa tinggi setelah makan besar sebelum dan sesudah puasa. Untuk itu, penderita diabetes harus bisa menjaga pola makan sahur dan berbuka agar bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan tenang dan sehat.

    Baca juga: Tips Aman Bersepeda saat Puasa Ramadan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H