Rambut Rontok dan Risiko Kebotakan, Bisa Jadi Karena Salah Perawatan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rambut rontok. Blic.rs

    Ilustrasi rambut rontok. Blic.rs

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah rambut rontok biasa terjadi pada kulit kepala manusia. Menurut American Academy of  Dermatology, kerontokan masih wajar jika hanya 50 sampai 100 helai per hari. Namun, jika lebih dan terus menerus hingga rambut tipis dan mengakibatkan kebotakan, perlu dicari tahu penyebab rambut rontok dan cara mengatasinya.

    Siapa sangka, diet yang tak seimbang ternyata berpengaruh pada kesehatan rambut. Pasalnya, diet sembarangan dapat mengurangi nutrisi pada kulit kepala dan rambut, seperti protein sebagai makronutrien pembentuk keratin rambut agar lebih kuat dan tak gampang rontok. solusinya konsumsi makanan kaya protein dengan takaran yang sesuai.

    Selain protein, kekurangan vitamin dan zat besi bisa memperburuk kesehatan rambut. Begitu juga vitamin D, perlu berjemur sebentar di bawah sniar matahari untuk mendapatkan nutrisi vitamin D untuk rambut.

    Kesalahan kedua yang membuat akar rambut rapuh adalah salah langkah menata rambut. Mulai dari kebiasan mengikat rambut terlalu kencang, melakukan hair styling pakai alat suhu tinggi bahkan pemakaian pewarna rambut berbahan kimia. Untuk mengurangi masalah tersebut, kurangi treatment yang membuat kerusakan rambut semakin parah.

    Selanjutnya, hal yang membuat kerontokan rambut adalah stres yang terus-menerus. Faktanya kondisi stress bisa membuat pertumbuhan folikel rambut atau fase anagen berhenti. Jangan kaget, jika rontok semakin parah sejak dua bulan mengalami stres sebab folikel dalam fase istirahat. Jika stres menghilang, sekitar empat bulan kemudian rambut akan tumbuh niormal dengan perawatan yang baik.

    Penyebab kerontokan rambut selanjutnya adalah faktor keturunan. Faktor genetik membuat setiap rambut baru akan memiliki tekstur rambut yang semakin halus dan tipis. Karena folikel rambut mengecil dan lambat laun  berhenti tumbuh. Bahkan apabila kedua orang tuanya punya masalah rambut rontok, maka resikonya akan lebih besar.

    Dan, masalah rambut rontok bisa diakibatkan penyakit pada kulit kepala seperti folikulitis, tinea capitis, psoriaris, hipotiroidisme, serta kebiasaan trikotilomania berupa gangguan kontrol diri terus menerus mencabut rambut tanpa disadari.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca: Mengenal Dua Jenis Rambut Rontok Begini Langkah Sederhana Merawatnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H