7 Langkah Mudah Rawat Tanaman Hias Janda Bolong

Reporter

Tanaman hias monstera alias janda bolong dipilih sebagai penghias interior hunian minimalis. Selain karena penampilannya yang unik, perawatan tanaman ini juga tergolong mudah. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Tanaman hias janda bolong jadi primadona ibu-ibu selama pandemi Covid-19, meski harganya mahal di pasaran. Semakin besar ukuran janda bolong, semakin mahal pula harganya.

Dirangkum dari beberapa laman website luar negeri, berikut kami berikan tips merawat tanaman hias janda bolong agar cepat besar:

  1. Cahaya

Janda bolong merupakan tanaman tropis yang sangat membutuhkan cahaya matahari, namun bukan paparan matahari langsung. Tempatkan tanaman ini pada tempat teduh sekaligus terjangkau cahaya matahari. Jika tidak menemukan tempat seperti ini, Anda bisa menjemur janda bolong di cahaya matahari pagi selama tiga jam.

  1. Tanah

Janda bolong akan lebih subur jika tanah pot menggunakan tanah gambut, karena akan terus lembab tanpa perlu tergenang air. Kelembaban tanah yang cocok untuk tanaman ini bekisar PH antara 5,5 dan 7,0 serta pilihlah pot dengan lubang drainase besar di bawahnya.

  1. Air

Tanaman daun berlubang ini menyukai kelembapan tapi tidak sampai tergenang. Untuk itu perlu diperhatikan saat akan menyiram. Caranya mudah, tempelkan jari Anda sekitar satu inci ke dalam tanah janda bolong, apabila tanah terasa hampir kering maka sudah waktunya memberi air.

  1. Suhu yang Lembap

Tanaman yang aslinya berasal dari hutan ini sangat menyukai suhu lembap, untuk itu ia bisa ditempatkan di kamar mandi atau dapur yang cukup terang dan lembab. Janda bolong baik diletakkan pada tempat dengan suhu di atas 60 derajat Fahrenheit.

  1. Pupuk

Lakukan pemupukan pada janda bolong selepas empat atau enam bulan masa tanam, setelah itu Anda bisa memberinya pupuk setiap bulan. Baik pupuk cair mapun padat.

  1. Pangkas

Jika tanaman janda bolong tumbuh tak terkendali Anda bisa mulai memangkasnya, dengan membuang bagian atas tanaman, dan daun yang sudah mulai rusak atau mati. Potong dekat batang utama untuk menghindari timbulnya rintisan.

  1. Perhatikan Hama dan Penyakit Umum

Seperti banyak tanaman hias lainnya, janda bolong tak luput dari serangan hama umum, seperti kutu putih, tungau laba-laba, sisik, dan kutu, meski akibatnya tidak terlalu fatal. Hama-hama ini bisa Anda berantas menggunakan isektisida tidak beracun, dan jangan lupa perhatikan tanda-tanda penyakit umum pada tanaman, seperti akar busuk, karat, embun tepung dan hawar.

Dengan harga mahal di pasaran, perawatan tanaman hias janda bolong ternyata tidak terlalu menyusahkan. Saat sehat dan dewasa tanaman ini bisa mencapai tinggi 6 sampai 8 kaki (di dalam ruangan), dan lebar daun 1 sampai 3 kaki (di dalam ruangan).

DELFI ANA HARAHAP

Baca: Cara Merawat Janda Bolong Tanaman Hias Seharga Rp 100 Juta






Pupuk Indonesia Buat Kebun Percontohan dan Pembibitan di Bangka Belitung

10 hari lalu

Pupuk Indonesia Buat Kebun Percontohan dan Pembibitan di Bangka Belitung

Kebun percontohan dan pembibitan Pupuk Indonesia ini bagian dari program "Gerakan Hijau Biru Babelku".


Kementan Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Meski Stok Melimpah hingga 1,8 Juta Ton

11 hari lalu

Kementan Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Meski Stok Melimpah hingga 1,8 Juta Ton

Kementan membeberkan sejumlah penyebab kenaikan harga beras belakangan ini meskipun stok komoditas itu di penggilingan mencapai 1,8 juta ton.


Top 3 Dunia: Pesan Xi Jinping di KTT APEC hingga Kafe di Bali yang Dikunjungi Sunak dan Trudeau

11 hari lalu

Top 3 Dunia: Pesan Xi Jinping di KTT APEC hingga Kafe di Bali yang Dikunjungi Sunak dan Trudeau

Presiden China XI Jinping pada KTT APEC di Bangkok menyerukan dunia untuk menolak perang dingin.


G20 Sepakat Tidak Batasi Ekspor Pangan dan Pupuk untuk Cegah Krisis

13 hari lalu

G20 Sepakat Tidak Batasi Ekspor Pangan dan Pupuk untuk Cegah Krisis

KTT G20 berkomitmen memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan, menjaga akses terhadap sumber makanan lokal, serta memastikan ketersediaan pupuk.


Olah Sampah Organik, Mahasiswa ITS Rancang Aplikasi Gotwaste

13 hari lalu

Olah Sampah Organik, Mahasiswa ITS Rancang Aplikasi Gotwaste

Aplikasi karya mahasiswa ITS ini terdiri dari berbagai fitur hingga reward berupa pakan ternak dan pupuk.


Tak Singgung Rusia, Jokowi Minta Pemimpin Dunia Jangan Sepelekan Soal Pupuk

14 hari lalu

Tak Singgung Rusia, Jokowi Minta Pemimpin Dunia Jangan Sepelekan Soal Pupuk

Dalam pidato pembukaan G20, Presiden Jokowi menyerukan kepada kepala negara-negara agar dapat berunding menyelesaikan krisis global.


Jokowi dan Pemimpin G20 Gelar Pertemuan Tertutup

14 hari lalu

Jokowi dan Pemimpin G20 Gelar Pertemuan Tertutup

Presiden Jokowi resmi membuka acara KTT G20 di The Apurva Kempinski Bali. Usai memberikan sambutan, Jokowi dan pemimpin negara yang hadir melanjutkan pertemuan tertutup.


Permentan 10 Tahun 2022 Diterbitkan, Data Penyaluran Pupuk Subsidi Diminta Lebih Akurat

21 hari lalu

Permentan 10 Tahun 2022 Diterbitkan, Data Penyaluran Pupuk Subsidi Diminta Lebih Akurat

Terdapat perubahan kebijakan dari jenis pupuk yang semula Urea, SP36, ZA, NPK, Organik berubah menjadi Urea dan NPK saja


Kementan Gelar Rakor Perubahan Kebijakan Pupuk Subsidi

21 hari lalu

Kementan Gelar Rakor Perubahan Kebijakan Pupuk Subsidi

Pembatasan ekspor bahan baku pupuk, salah satunya dari China seperti Fosfor dan Kalium juga turut memicu kelangkaan di pasar global


Tingkatkan Produktivitas, Kementan Masifkan Penggunaan Pupuk Organik

34 hari lalu

Tingkatkan Produktivitas, Kementan Masifkan Penggunaan Pupuk Organik

Pemupukan adalah komponen utama pada sebuah tanaman.