Bahaya Berjam-jam Dalam Ruangan AC, Memunculkan Gangguan Kesehatan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bekerja di rumah. shutterstock.com

    Ilustrasi bekerja di rumah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berjam-jam berada dalam ruangan AC atau air conditioner. Cukup lama pula berada dalam kabin mobil dengan AC. Apa dampaknya bagi kesehatan?

    Dibalik kenyamanan yang dihadirkan pendingin ruangan alias AC, terlalu lama berada di ruangan ber-AC justru memicu banyak masalah kesehatan tubuh. Untungnya, beberapa kebiasaan baik bisa meminimalisisr dampak buruk AC, seperti menjalankan pola makan sehat, banyak olahraga dan tentunya memperhatikan ventilasi ruangan, sesekali buka jendela untuk menggantu udara AC dengan udara alami.

    Beberapa dampak buruk terlalu lama terpapar AC, antara lain memicu sakit kepala. Hal ini terjadi karena udara ruangan terus-menerus dipomppa oleh AC, sehingga udara dingin memicu tubuh memproduksi lendir iritasi membran. Selain itu, tubuh jadi mudah lelah, sistem imun tubuh pun menurun. Bahkan kondisi ini bisa beresiko sesak napas dan paru-paru terasa sakit, influenza, batuk, infeksi saluran pernapasan dan menimbulkan beberapa komplikasi seperti demam dan radang pada paru-paru.

    Efek buruk selanjutnya adalah menyebabkan mata jadi kering. Mata yang kering dalam waktu lama bisa beresiko masalah kesehatan serius seperti konjungtivitis atau peradangan pada selaput mata dan blepharitis, biasa disebut peradangan pada kelopak mata.

    Tak hanya mata yang kering, AC juga bisa menyebabkan kulit kering, karena kehilangan kelembapan. Karena embusan udara dingin yang dikeluarkan AC bisa mengikis bagian luar kulit, yang pada akhirnya membuat kulit jadi tampak lebih kering, mengelupas, bersisik, dan pecah-pecah. Jika memang harus beraktivitas seharian di ruangan ber-AC, perlu pakai pelembab untuk menjaga kulit tetap sehat.

    Selain mengeluarkan udara dingin yang dapat mengeringkan kulit, AC juga dapat memicu ketidakseimbangan hormon. Hal ini terjadi karena AC memproduksi bahan kimia phthalates yang membuat hormon-hormon dalam tubuh jadi tidak seimbang, salah satunya hormon reproduksi. Sehingga ibu hamil juga sangat tidak dianjurkan terlalu sering berada ruangan ber-AC, dikhawatirkan meningkatkan resiko gangguan kehamilan.

    Jarang terdengar, Legionnaires adalah salah satu penyakit yang timbul akibat terlalu lama berada di ruang ber-AC. Penyakit ini tergolong dalam infeksi paru atau pneumonia, disebabkan oleh kuman Legionella, bisa berada pada filter atau bagian AC.

    Berada dalam waktu lama di ruangan AC,  bisa menyebabkan gangguan yang menyerang otot leher manusia, akibatnya posisi kepala pengidapnya cenderung miring. Bahkan, kepala bagian atas dan dagu akan miring ke arah yang saling berbeda. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri, bisa menghambat penderita melakukan beraktivitas.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca: Panas Di Luar jangan Langsung Ke Ruangan Ber-AC, Ini Dampaknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H