Daun Pisang Bukan Hanya Bungkus Lontong, Bisa Jadi Bahan Hand Sanitizer Juga

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaum perempuan membawa daun pisang saat ikuti Parade Daun di desa wisata Kandri, Gunungpati, Semarang, 19 April 2015. Seusai Parade Daun, warga masyarakat menggelar Nyadran Sendang atau sumber Gede dengan acara syukuran makan bersama di sekitar sendang. TEMPO/Budi Purwanto

    Kaum perempuan membawa daun pisang saat ikuti Parade Daun di desa wisata Kandri, Gunungpati, Semarang, 19 April 2015. Seusai Parade Daun, warga masyarakat menggelar Nyadran Sendang atau sumber Gede dengan acara syukuran makan bersama di sekitar sendang. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Manfaat daun pisang sudah banyak diketahui masyarakat, umumnya digunakan sebagai pembungkus makanan seperti lontong, tempe dan banyak lainnya. Tumbuhan pisang sangat mudah didapatkan sekitar kita sebab notabene tumbuhan tropis ini tersebar hampir di seluruh kawasan Indonesia.

    Sebagai tanaman agroekosistem, tanaman ini menduduki posisi pertama dalam hal luas bila dibandingkan dengan tanaman buah lainnya. Mengutip data dari Badan Pusat Statistik angka produksi pisang di Indonesia meningkat 0,22 persen, kenaikannya mencapai  160 ton pada 2019. Dengan daya konsumsi pisang rumah tangga di Indonesia mencapai 1.856 ribu ton.

    Tak hanya buahnya, daun pisang ternyata memiliki banyak manfaat melalui beberapa proses pengekstrakan sebelumnya, seperti :

    1. Sebagai Handsanitizer

    Potensi kandungan saponin pada daun pisang dengan jenis pisang kapok diketahui menurut penilitian dapat dijadikan sebagai hand sanitizer. Bagian detai yang diekstrak pada daun pisang yakni pada getah pelepah daun.

    Selain kandungan saponin, pada ekstrak getah pelepah daun pisang juga terdapat antakruinon dan kuinon yang merupakan antibakteri. 

    1. Penyembuh luka

    Daun pisang (Musa paradisiaca L.) miliki kandungan anti ulcer, istilah anti ulcer dalam  farmakologi berarti penyembuhan luka, antioksidan, penangkal untuk gigitan ular, hipoglikemik, aterogenik, dan augmentasi otot rangka.

    Tak hanya itu di dalam daun pisang ditemukan antibakteri jika ditemukan aktivitas  infeksi nosokomial. Eksistensi senyawa aktif pada daun pisang seperti  alkaloid, flavonoid, steroid, glikosida, dan saponin menrupakan jenis fitokimia.

    1.  Bantu Obati Disentri
      Terdapatnya darah atau lendir ketika aktivitas buang air besar menunjukan gejala disentri. Pada saat terkana diare konsistensi feses menjadi lebih lembek atau cair dengan frekuensi yang lebih meningkat.

    Disentri sendiri disebabkan oleh dua pemicu, pertama karena  infeksi bakteri Shigella dan kedua karena infeksi Entamoeba histolytica. Peradangan usus ini bisa diatasi dengan mengonsumsi daun pisang kering sebab diketahui pada daun pisang kering terdapat kandungan allantonin dan polifenol.

    1. Bantu Buat Kulit Lebih Sehat
       
      Kandung pada daun pisang seperti antioksidan dan kaya akan senyawa allantonin bantu membuat kulit lebih sehat. Apalagi kulit menjadi bagian proteksi tubuh yang sering terpapar radikal bebas dari udara ataupun paparan terik matahari.

    Dengan melakukan perawatan memanfaatkan daun pisang dapat membantu kesehatan kulit tubuh. Cara pembuatannya pun mudah dengan membuat pasta dari daun pisang lalu diaplikasikan ke seluruh tubuh atau wajah saja.

    TIKA AYU

    Baca: Kreatif Supermarket Thailand Pakai Daun Pisang Gantikan Plastik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.