Meniup Makanan atau Minuman Panas, Ini Bahayanya bagi Kesehatan

Reporter

ilustrasi minuman panas/ dok. Rika Ekawati

TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang mengatakan meniup makanan atau minuman panas berlawanan dengan sunah Nabi Muhammad SAW. Ternyata, selain tidak sesuai dengan sunah, kebiasaan ini juga bisa berbahaya bagi kesehatan.

Menurut dr. Adeline Jaclyn, meniup makanan panas dapat mentransfer mikroorganisme berbahaya. “Terdapat studi yang meneliti jumlah mikroorganisme pada makanan panas yang ditiup dan tidak ditiup. Didapatkan hasil perbedaan yang signifikan antara keduanya, yaitu lebih banyak mikroorganisme pada yang ditiup,” ungkap Adeline.

Dr. Dyah Novita Anggraini juga mengatakan meniup makanan panas dapat menyebabkan kontaminasi mikroorganisme penyebab penyakit. “Tidak boleh meniup makanan panas. Itu lebih kepada kuman yang ada di mulut atau bakteri di dalam mulut bisa berpindah ke dalam makanan,” ungkap Dyah.

Dia memaparkan, saat meniup makanan tubuh akan melepaskan karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO). Karbon dioksida yang dilepaskan bereaksi dengan partikel air (H2O) di dalam makanan dan menghasilkan pembentukan asam karbonat (H2CO3). Karbon monoksida itu sendiri saja sudah beracun.

Jadi, jika mengonsumsi makanan setelah meniupnya, tubuh akan kemasukan lebih banyak asam karbonat dan karbon monoksida. Hal tersebut berisiko mengganggu keseimbangan asam atau alkali tubuh, yang mengakibatkan ketidakseimbangan metabolisme.

Ilustrasi menghirup minuman panas. (Pixabay.com)

Sementara itu, dilansir dari paraporshi.com, disebutkan saat kita menghirup makanan atau minuman panas, karbon dioksida dilepaskan dari mulut, yang merupakan sinyal kimiawi. Reaksi kimia uap air dan karbon dioksida menghasilkan asam karbonat dan turunannya yang bersifat asam. Kita tahu pH darah dari tubuh manusia yang kuat dan sehat berfluktuasi dari 7,35 menjadi 7,45 persen, yang sedikit bersifat basa. Ketika pH di bawah 7 itu asam dan di atas 7 itu basa dan pH 7 netral.

Jika pH darah dalam tubuh berada di bawah 7,2 atau 7,6 desimal, maka terdapat berbagai gejala seperti sakit kepala, mual, kebingungan, mati rasa, bahkan bisa menyebabkan penyakit serius. Perubahan pH darah merupakan gejala dari beberapa penyakit utama. Misalnya asma, diabetes, jantung, ginjal, paru-paru, asam urat, infeksi, keracunan, dan perdarahan.

Untuk diketahui, organ paru-paru dan ginjal bisa menahan perubahan pH darah. Paru-paru melepaskan karbon dioksida dari tubuh dan melepaskan senyawa asam berbahaya melalui urin ginjal. Jika pola makan tidak seimbang, yaitu makanan bersifat basa atau asam, maka pH darah dapat berubah dan itu meningkatkan risiko penyakit serius.

Karena itu, waspadai asupan makanan. Aspek lain adalah jika meniup makanan dan minuman, maka kuman akan keluar dari mulut dan jatuh ke makanan, meski sebagian besar mikroba dalam makanan dihancurkan di dalam mulut. Sisanya dihancurkan oleh asam klorida yang disimpan di perut. Setelah itu, mungkin timbul sakit perut.

Bahaya lain adalah bisa membuat keracunan makanan. Keracunan biasanya disebabkan oleh makanan yang busuk, tidak sehat, atau makanan dan minuman yang didisinfeksi. Besarnya kenaikan tingkat keracunan ini terlihat dengan bertambahnya tingkat pemanasan. Ini karena makanan terbuang dalam panas atau dapat dengan mudah menghasilkan racun dengan menyebarkan kuman, yang bisa menyebabkan sakit perut, masalah pencernaan, diare, muntah, dalam banyak kasus.

Baca juga: Turunkan Kolesterol dengan Makanan Berikut






Menyehatkan Usus hingga Jantung, Inilah 4 Manfaat Alpukat bagi Kesehatan

7 jam lalu

Menyehatkan Usus hingga Jantung, Inilah 4 Manfaat Alpukat bagi Kesehatan

Alpukat memberikan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Apa saja?


Hendak Olahraga pada Malam Hari? Pertimbangkan 3 Risikonya Berikut

12 jam lalu

Hendak Olahraga pada Malam Hari? Pertimbangkan 3 Risikonya Berikut

Olahraga pada malam hari memberikan sejumlah risiko yang mengintai kesehatan. Apa saja?


YouTube Rilis Fitur Periksa untuk Lawan Hoaks di Bidang Kesehatan

1 hari lalu

YouTube Rilis Fitur Periksa untuk Lawan Hoaks di Bidang Kesehatan

Konten kesehatan salah satu konten yang paling banyak mengandung misinformasi. Fitur YouTube Periksa diharapkan bisa bantu promosi kesehatan.


Manfaat Mencium Bau Alam bagi Kesehatan

1 hari lalu

Manfaat Mencium Bau Alam bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan alam berkontribusi pada kesejahteraan fisik, emosional, dan mental orang sehingga aromanya sangat baik untuk dihirup.


Cacar Monyet Masih Menyebar, Waspadai Gejalanya

3 hari lalu

Cacar Monyet Masih Menyebar, Waspadai Gejalanya

Penularan cacar monyet dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Cek gejala dan pencegahan.


Tips Jaga Berat Badan buat Orang yang Sering Makan di Luar Rumah

3 hari lalu

Tips Jaga Berat Badan buat Orang yang Sering Makan di Luar Rumah

Saat ingin menurunkan berat badan, orang harus lebih berhati-hati tentang apa dan berapa banyak yang dimakan di restoran.


4 Cara Menggunakan Asam Jawa, Buah Tropis Kaya Polifenol Peningkat Umur Panjang

4 hari lalu

4 Cara Menggunakan Asam Jawa, Buah Tropis Kaya Polifenol Peningkat Umur Panjang

Salah satu manfaat asam jawa yang paling menarik adalah kaya akan polifenol, yang terkait dengan meningkatkan umur panjang.


Konsumsi Bayam sampai Salmon, Cara Sederhana Hindari Alzheimer

5 hari lalu

Konsumsi Bayam sampai Salmon, Cara Sederhana Hindari Alzheimer

Beberapa makanan dapat membantu menunda datangnya penyakit Alzheimer. Berikut di antaranya.


Amerika Serikat Umumkan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan

5 hari lalu

Amerika Serikat Umumkan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan

Amerika Serikat mengumumkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat setelah kasus cacar monyet di sana tembus 6 ribu kasus.


Penderita Hernia Bukan Cuma Pantang Makanan Pedas

6 hari lalu

Penderita Hernia Bukan Cuma Pantang Makanan Pedas

Penderita hernia perlu berhati-hati dengan bebeapa jenis makanan, bukan hanya dilarang makanan pedas saja.