Tanda Tekanan Darah Tinggi Membahayakan Tubuh Meski Tanpa Gejala

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tekanan darah tinggi atau hipertensi, sering dicap sebagai pembunuh senyap karena tidak memiliki gejala. Namun, jika mengalami hipertensi darurat, Anda mungkin mengalami banyak gejala akut.

    Tekanan darah tinggi adalah kondisi umum di mana tekanan darah mendorong dinding arteri cukup kuat untuk menyebabkan robekan pada lapisannya. Ketika ini terjadi, zat lilin yang disebut kolesterol dapat masuk ke dalam arteri, suatu mekanisme yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

    Sayangnya, biasanya tidak ada gejala yang mengingatkan akan proses berbahaya ini. Namun, hipertensi darurat dapat memicu perubahan yang nyata dalam tubuh. Hipertensi darurat adalah peningkatan tekanan darah yang nyata tanpa bukti kerusakan organ.

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension berusaha memetakan gejala yang terkait dengan hipertensi darurat. Studi tersebut mengevaluasi prevalensi hipertensi darurat di unit gawat darurat selama 12 bulan observasi. Tanda yang paling sering diamati adalah sakit kepala, epistaksis (mimisan), pingsan, dan agitasi psikomotor.

    Psikomotor mengacu pada berbagai tindakan yang melibatkan gerakan fisik yang terkait dengan pemrosesan kognitif sadar. Namun, dalam kebanyakan kasus, tekanan darah tinggi jarang menghasilkan gejala yang nyata.

    "Jadi, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda mengidapnya adalah dengan memeriksakan tekanan darah Anda," jelas NHS, dilansir dari Express.

    Menurut NHS, Anda juga dapat menguji tekanan darah menggunakan alat penguji di rumah. "Seperti pemantauan 24 jam atau rawat jalan, ini dapat memberikan refleksi yang lebih baik dari tekanan darah."

    Untungnya, tekanan darah tinggi dapat dengan mudah dibalik dengan membuat perubahan gaya hidup sederhana. Salah satu intervensi paling sederhana namun efektif yang dapat dilakukan adalah mengurangi asupan garam. Action on Salt, sebuah kelompok yang peduli pada garam dan pengaruhnya terhadap kesehatan, menjelaskan, "Diet tinggi garam mengganggu keseimbangan natrium alami dalam tubuh." Seperti yang dijelaskan oleh tubuh kesehatan, hal ini menyebabkan tubuh menahan air, yang meningkatkan tekanan mendorong darah ke dinding pembuluh darah.

    Baca juga: Pilihan Olahraga yang Sesuai untuk Pasien Hipertensi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.