Kok Ada Orang Saat Makan Sampai Basah Kuyup Keringat? Ini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi porsi makan pria. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Ilustrasi porsi makan pria. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Keringat bercucuran saat makan dan itu sering terjadi pada beberapa orang, maka kondisi itu diidentifikasikan sebagai hiperhydrolysis focal.

    Hiperhydrolysis focal dijelaskan jika terjadi keringat pada bagain tubuh tertentu, bisanya sering ditemui di sekitar dahi, leher punggung, ketiak dan bagian tubuh tertentu lainnya.

    Tak hanya itu, hiperhydrolysis saat makan menjadi hal yang umum terjadi pada tubuh akibat reaksi kimia  yang disebut hiperhydrolysis gustatory. Hal ini terjadi akibat adanya stimulasi pada kelenjar ludah.

    Berdasarkan penyebabnya, hiperhidrosis dibagi menjadi primer dan sekunder. Hiperhidrosis primer masih idiopatik dan terjadi pada individu yang sehat. Mulai dari usia dini sampai usia dewasa, pada suatu kondisi hyperhydrolisis gustatory ini dapat diidentifikasi pada tahap buruk sampai mengganggu penderitanya beraktivitas.

    Sedangkan penyebab selanjutnya ada hiperhidrosis sekunder akibat dari gangguan neurologis, infeksi, penyakit endokrin, efek dari penggunaan obat-pobatan, faktor-faktor eksaserbasi yaitu panas, stress, olfactory dan gustatory stimuli.

    Menurut penelitian kesehatan, mengkonsumsi makanan dengan jenis rasa pedas, saus tomat, cokelat, kopi atau teh secara umum disebut sebagai pemicu terjadinya gustatory sweating.

    Selain itu, kondisi tubuh berkeringat secara tidak wajar ini digolongkan sebagai syndrom frey, sebagai informasi menurut National Organisation for Rare Disorders, Sindrom Frey digolongkan pada kondisi langka yang terjadi setelah operasi wajah di sekitar kelenjar parotid atau kelenjar ludah di bawah telinga,

    Reaksi keringat di beberapa bagian tubuh berlebih disebabkan karena adanya cabang saraf yang menuju ke kelenjar ludah terhubung ke kelenjar keringat di kulit mengalami kekeliruan yang justru turut merangsang kelenjar keringat untuk berkeringat.

    Saat ini tersedia beberapa pengobatan untuk mengatasi terjadinya Hiperhidrosis gustatory seperti antikolinergik oral, aplikasi topikal antikolinergik atau aluminium klorida, dan injeksi toksin botulinum.

    Efektifitas mengonsumsi obat-obatan tersebut memiliki progres berbeda pada setiap individu,  contohnya obat glikopirolat topikal, efek subjektifnya sangat baik, disimpulkan memiliki efektifitas 77 persen pasien tidak mengeluarkan keringat berlebihan setelah makan-makanan pedas. Walau demikian juga terdapat efek samping dari konsumsi obatan ini seperti kondisi mulut agak kering dan sakit tenggorokan, sakit kepala ringan.

    TIKA AYU

    Baca: Sering Berkeringat Meski Tak Kepanasan atau Olahraga, Ini Penyebabnya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.