Tiba-tiba Keluar Keringat Dingin, Bisa 11 Hal ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keringat berlebih. shutterstock.com

    Ilustrasi keringat berlebih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keringat dingin adalah keringat yang terjadi ketika secara tiba-tiba merasakan hawa dingin di tubuh bersamaan munculnya keringat.  Kondisi ini tidak berhubungan sama sekali terhadap seberapa panas atau dinginnya suhu di lingkungan sekitar saat itu. Keringat dingin dapat muncul pada bagian tubuh manapun, namun pada umumnya keringat dingin muncul di telapak tangan, ketiak, dan telapak kaki.

    Tidak seperti keringat normal, keringat dingin bukanlah hasil dari olahraga berat atau suhu tinggi. Mereka juga berbeda dari keringat malam atau night sweats. Berbeda dari keringat dingin, keringat malam hanya terjadi ketika ketika tidur di malam hari dengan keringat di seluruh tubuh, bahkan dapat membasahi pakaian, selimut hingga seprai. Namun keringat dingin dapat terjadi kapan saja dan tidak terjadi di seluruh tubuh.

    Penyebab keringat dingin sendiri disebabkan oleh berbagai kondisi berbeda beda. Umumnya kondisi ini yang mencegah oksigen atau darah beredar ke seluruh tubuh. Berikut beberapa penyebab terjadinya keringat dingin, dilasnir dari laman resmi healthline.

    1. Syok

    Syok terjadi ketika tubuh seseorang bereaksi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem atau cedera parah. Ketika tubuh mengalami syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah sebanyak yang mereka butuhkan untuk berfungsi. Jika keadaan ini berlangsung terlalu lama, maka dapat merusak organ tubuh. Dalam beberapa kasus, syok bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati.

    Adapun gejala syok mulai dari kulit pucat, pernapasan cepat, denyut nadi tinggi yang tidak normal,, merasa sakit atau muntah, pupil melebar tidak normal, merasa lemah atau lelah, merasa pusing, kecemasan abnormal, Infeksi.

    Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang jaringan tubuh. Dalam banyak kasus, infeksi menyebabkan jaringan meradang saat sistem kekebalan mencoba melawan infeksi.

    1. Mual atau Vertigo

    Mual adalah sensasi tidak nyaman yang terkadang membuat seseorang ingin muntah. Mual dapat disebabkan oleh makan yang terlalu banyak, atau efek samping obat.

    Vertigo adalah pusing yang dihasilkan dari perasaan seperti ruangan di sekitar seperti bergerak padahal sebenarnya tidak. Ini sering disebabkan oleh masalah dengan telinga bagian dalam dan hubungannya dengan otak.

    Gejala umum dari vertigo,  mata berkedut, penglihatan kabur, kesulitan berjalan, lemah,mrasa yang tidak normal, telinga berdenging, dan kesulitan berbicara.

    1. Pingsan

    Pingsan terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan cukup oksigen ke otak. Keringat dingin dapat terjadi tepat sebelum atau setelah seseorang pingsan. Pingsan karena kehilangan oksigen otak dapat terjadi karena sejumlah alasan, seperti dehidrasi dan terlalu lelah.

    1. Rasa sakit Akibat Cedera

    Rasa sakit yang disebabkan oleh cedera, seperti patah tulang atau terbentur di kepala, dapat menyebabkan keringat dingin, mirip dengan syok yang dapat menyebabkan berkeringat karena organ tidak mendapatkan cukup oksigen.

    Seseorang yang mengalami kondisi ini, dapat diatasi dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID, ibuprofen. Perlu diingat, sebelum mengonsumsi NSAID konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan obat tersebut pilihan yang aman.

    1. Stres atau Cemas

    Stres atau cemas yang disebabkan oleh tanggung jawab yang berlebihan di rumah, di tempat kerja, atau di sekolah dapat memicu keringat dingin. Gejala yang ditimbulkan akbiat rasa cemas bahkan memiliki rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan. Untuk kondisi gejala fisik, seseorang dapat alami muntah dan otot tegang.

    Efek-efek ini adalah akibat dari stres yang ditimbulkan oleh cemas pada tubuh, yang dapat mencegah oksigen masuk ke otak atau organ lain. Memiliki gangguan kecemasan dapat mengganggu pola hidup seseorang dan menyebabkan efek kesehatan jangka panjang.

    6. Migrain

    Migrain adalah sakit kepala yang terasa berdenyut, dan biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Keringat dingin biasanya terjadi selama migrain saat tubuh merespons rasa sakit.

    1. Hipoksia

    Hipoksia adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di sel dan jaringan. Akibatnya, sel dan jaringan yang ada di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal.

    Hipoksia adalah kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan oksigen yang masuk dalam organ-organ dalam tubuh. Hal ini dapat disebabkan karena seseorang tidak menghirup oksigen dengan cukup. Ini bisa terjadi ketika seseorang menghirup asap atau pergi ke tempat tinggi di mana pasokan udara berkurang.

    Ketika otak tidak mendapatkan cukup oksigen, itu disebut hipoksia serebral. Karena otak kekurangan oksigen, tubuh merespons dengan keringat dingin.

    1. Hipotensi

    Hipotensi terjadi ketika tekanan darah seseorang turun sangat rendah dari biasanya. Tekanan darah rendah adalah normal ketika seseorang tidur atau melakukan sedikit aktivitas, tetapi hipotensi bisa menjadi serius ketika  kondisi tersebut menyebabkan otak atau organ lain tidak mendapatkan cukup oksigen. Gejala umum lainnya dari hipotensi seperti, merasa pusing, penglihatan kabur, pingsan tanpa peringatan, merasa lelah, dan rasa mual. 

    1. Menopause

    Menopause terjadi ketika keseimbangan tubuh dari dua hormon, estrogen dan progesteron, berubah secara dramatis dan  siklus menstruasi berakhir. Seiring dengan hot flashes yang tiba-tiba, keringat dingin adalah salah satu gejala fisik menopause yang paling mencolok.

    Hot flashes yaitu kondisi dimana seseorang merasa hangat secara tiba-tiba, biasanya sangat terasa di wajah, leher, dan dada, dan mengeluarkan banyak keringat.

    Gejala umum menopause seperti mengalami perubahan dalam siklus menstruasi, kesulitan mengendalikan buang air kecil, kesulitan tidur, perubahan suasana hati atau kondisi mental, bertambah berat badan.

    1. Hiperhidrosis

    Hiperhidrosis adalah nama lain dari keringat berlebih. Hiperhidrosis dapat terjadi ketika seseorang berkeringat karena olahraga atau panas, tetapi sering kali dikarenakan keringat dingin dan hiperhidrosis juga dapat terjadi tanpa adanya gejala.

    Hiperhidrosis biasanya tidak perlu dikhawatirkan, terutama jika terjadi tanpa gejala lain. Kondisi ini juga dapat diturunkan dari keluarga atau genetik.  Jika hiperhidrosis mengganggu kehidupan keseharian, dapat berkonsultasi ke dokter.

    1. Hipoglikemia

    Kondisi hipoglikemia, menyebabkan gula darah turun di bawah tingkat normal. Tubuh bereaksi terhadap kekurangan gula darah mirip dengan kekurangan oksigen.

    Keringat dingin sering dialami penderita diabetes, disarankan segera cari bantuan medis darurat untuk memulihkan kadar glukosa darah. Solusi lain dapat mengonsumsi makanan atau minuman manis, seperti bar pengganti makanan atau jus buah, juga dapat membantu memulihkan gula darah dalam waktu singkat.

    WILDA HASANAH

    Baca: Jangan Anggap remeh Keringat Dingin Bisa Jadi Tanda Stres dan Penyakit Jantung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.