Rentang Usia Anak yang Relatif Lebih Rendah Terinfeksi Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sekolah Tatap Muka atau Ilustrasi Belajar Tatap Muka. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Ilustrasi Sekolah Tatap Muka atau Ilustrasi Belajar Tatap Muka. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak memiliki reaksi yang berbeda terhadap virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan dari jumlah total penderita Covid-19 di seluruh dunia, sebanyak 8,5 persen adalah anak-anak berusia di bawah 18 tahun.

    Angka kematian Covid-19 pada anak jauh lebih sedikit dan biasanya menunjukkan gejala lebih ringan. Namun tetap ada laporan pasien Covid-19 anak-anak yang kritis.

    Dokter Spesialis Anak dari Primaya Hospital Bekasi Timur, Tuty Mariana mengatakan, hingga kini belum diketahui pasti risiko infeksi Covid-19 pada anak-anak. "Salah satu faktor yang mungkin mempengaruhi risiko itu adalah sistem kekebalan anak," kata Tuty dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad 6 Juni 2021.

    Sejumlah penelitian terbatas di sejumlah negara menunjukkan risiko anak tertular Covid-19 lebih kecil ketimbang orang dewasa. Anak yang diteliti berusia kurang dari 18 tahun, yakni 15 tahun dan 9 tahun. Namun, kondisi berbeda ditemukan pada anak dengan usia di bawah 1 tahun yang memiliki risiko lebih besar terinfeksi Covid-19.

    ADVERTISEMENT

    Tuty menjelaskan, sistem kekebalan tubuh pada anak usia kurang dari 1 tahun masih lemah. Dengan begitu, dia lebih rentan tertular Covid-19. Sedangkan anak yang lebih besar sudah sering diserang berbagai virus dan bakteri sehingga daya tahan tubuhnya lebih terlatih. "Walau begitu, kemungkinan ini masih butuh penelitian lebih lanjut," ujar Tuty Mariana.

    Dengan tingginya daya tahan atau kekebalan tubuh dan minimnya gejala yang muncul, maka belum dapat dipastikan bagaimana anak dapat menjadi perantara penularan Covid-19. Yang penting untuk dipahami saat ini -terutama ketika sekolah kembali menggelar proses belajar mengajar tatap muka, Tuty mengatakan, adalah kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan.

    "Secara umum, kesadaran anak untuk menerapkan protokol kesehatan lebih rendah dibanding orang dewasa," kata Tuty. "Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peran anak-anak dalam penularan Covid-19 di sekolah."

    Orang tua, guru, masyarakat, dan para siswa wajib terus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab siapapun bisa terinfeksi virus corona di mana pun beradan, baik di rumah, saat dalam perjalanan, di sekolah, atau tempat persinggahan lainnya.

    #CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker

    Baca juga:
    5 Tips Anak Aman ke Sekolah di Masa Pandemi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?