Kurangi Konsumsi Makanan Digoreng, Hindari Risiko Penyakit Berbahaya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Makanan cepat saji dan gorengan bisa menggagalkan proses penurunan berat badan. (Canva/Pexels/cottonbro)

    Makanan cepat saji dan gorengan bisa menggagalkan proses penurunan berat badan. (Canva/Pexels/cottonbro)

    TEMPO.CO, Jakarta - Makanan yang digoreng dengan minyak atau margarin kadar kolesterolnya akan langsung naik. Tentunya makanan yang dimasak secara digoreng tak baik dikonsumsi mereka yang mengalami hipertensi dan kolesterol tinggi. Apalagi kalau dimasak pakai minyak jelantah, sudah dipakai menggoreng beberapa kali.

    Alasannya, minyak goreng mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Sehingga peningkatan kolesterol tersebut akan memicu banyak penyakit serius, mulai dari penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

    Selain itu, lemak trans pada makanan yang digoreng juga memicu meningkatnya jumlah senyawa yang mengakibatkan peradangan dalam tubuh. Bahaya ini bisa muncul akibat zat akrilamida yang dapat terbentuk selama proses memasak dengan suhu tinggi. Ujung-ujungnya memicu tingginya risiko terkena kanker.

    Efek kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng juga dapat menaikkan berat badan. Pasalnya jenis lemak satu ini akan memengaruhi kerja hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan dan parahnya lagi malah menambah penyimpanan lemak.

    Terakhir, makanan digoreng dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, apalagi kalau makanan yang digoreng dilapisi tepung. Tentunya akan memicu lebih tinggi kalori dan karbohidrat sederhana dan lemak tidak sehat.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca: Makanan Pilihan Sebelum dan Sesudah Vaksinasi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.