Mengajari Anak Berenang Sebaiknya Saat Usia Berapa?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak berenang. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak berenang. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keterampilan berenang anak harus diajar sejak dini, selain menjadi upaya perlindungan diri untuk menghindarkan anak dari kejadian yang tidak diinginkan saat berhubungan dengan air, mengajarkan renang pada anak sejak usia dini juga memiliki banyak manfaat. Di antaranya dapat membantu pertumbuhan anak dan menyehatkan sistem pernapasan, serta menguji adrenalin anak.

    Lalu kapan sebaiknya mengajari anak untuk mulai berenang? Apakah ada kiat-kiat khusus mengajari renang berdasarkan usia anak? Bagaimana metode pertama kali mengajak anak belajar renang? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dibahas dalam ulasan kali ini, dirangkum dari berbagai sumber.

    Mengajari anak berenang sejak usai dini dapat membantu perkembangan motorik anak, hal ini disebabkan otak pada usia anak-anak memiliki kecenderungan untuk meniru serta menyerap informasi dan stimulasi yang diberikan. Dengan begitu, mengajarkan berenang sejak usia dini akan lebih mudah dilakukan.

    Dikutip dari Baby Centre, tidak ada batasan umur yang pasti kapan anak-anak boleh diajari berenang, namun waktu terbaik untuk mengajak anak belajar berenang adalah setelah memasuki usia 4 sampai 6 bulan atau anak-anak sudah dapat duduk dengan tegak dan bisa menyangga kepala saat digendong, hal ini penting diperhatikan untuk memastikan bayi dapat mengontrol posisi terbaik dan nyaman selama berada di dalam bak air.

    ADVERTISEMENT

    Selain usai anak minimal 4 sampai 6 bulan, kondisi air dalam bak yang akan digunakan untuk mengajarkan anak berenang juga harus diperhatikan. Usahakan temperatur air tidak kurang dari 32 derajat Celsius, agar anak tidak kedinginan saat berada di dalam air. Selain itu, saat memasukkan anak ke dalam bak air, lakukan secara perlahan dan buat senyaman mungkin agar anak tidak merasa panik dan takut.

    Mengajar anak untuk mulai berenang dapat dilakukan secara bertahap dan caranya juga disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak usia 6-18 bulan, sebagai langkah awal untuk anak usia 6 bulan disarankan menggunakan bak air, selain bisa memastikan temperatur dan kebersihan air, bak air juga lebih aman, ciptakanlah air ke tubuh anak untuk membuatnya beradaptasi dengan air. Biarkan anak mengeksplorasi air dan merasa nyaman berada di dalam air. Untuk anak usia kurang dari 18 bulan, cobalah untuk mengajarinya melakukan gerakan dasar seperti menendang dan menarik kaki dalam air.

    Selanjutnya pada anak usia di atas 18 bulan sampai 3 tahun, ajarkan gerakan mengayuh kedua lengannya, di rentang usia tersebut orang tua juga dapat mengajari pernapasan, seperti menahan napas, membuang napas serta mengambil napas saat berenang. Cobalah untuk membiarkan anak masuk dan keluar kolam renang khusus balita dan biarkan anak mengeksplorasi kemampuannya, tetapi tetap diawasi, ya. Anak usai 3 tahun juga sudah dapat diajari cara menyelam, cobalah beberapa permainan yang merangsang anak untuk menyelam.

    Sementara untuk anak usia 3 sampai 5 tahun, ini adalah usia yang tepat untuk mengajari anak tentang bahaya tenggelam dan berhati-hati saat berenang. Di usia 3 sampai 5 tahun, anak sudah dapat diajari cara berenang dengan menggerakkan kaki dan tangan serta cara mengambang.

    Lalu bagaimana tahap mengajari anak berenang? Dilansir dari motherandbaby.co.id, mengajari anak berenang tidak serta-merta mencemplungkan anak ke dalam air. Harus dilakukan secara bertahap, berikut tahapan mengajar anak berenang.

    1. Berkenalan dengan kolamrenang

    Ajaklah anak untuk melihat kolam renang, barang kali anak pada awalnya akan takut. Jangan memaksa anak untuk masuk ke dalam kolam, pada tahap ini cukup biarkan anak mengetahui apa itu kolam renang. Cobalah gendong anak, atau jika sudah dapat berjalan, tuntunlah si anak untuk berjalan mengitari kolam.

    2. Berkenalan dengan airkolam

    Setelah anak mulai merasa nyaman, ini adalah saatnya mengajak anak untuk masuk ke kolam. Saat di kolam, ingat untuk selalu mengawasi dan memegang anak. Lakukan permainan dalam air yang menyenangkan, seperti mengangkat tubuh anak kemudian membenamkan sebagian tubuhnya ke air.

    3. Pelajaran mengapung

    Setelah anak merasa nyaman dengan kolam dan air, cobalah untuk memperkenalkan lebih banyak tentang renang. Seperti, bagaimana cara mengapung, menahan napas, membuang napas saat di air dan lain-lain. Ajarkan juga cara menendang air dan menggerakkan tangan.

    4. Saatnya meluncur dalam air

    Jika anak sudah pandai mengapung, tidak perlu terlalu khawatir anak akan tenggelam, mesku begitu tetap awasi anak saat berenang. Ajari anak bagaimana cara meluncur di dalam air dengan mengajari cara menendang air dan menggerakkan tangan untuk membuatnya bergerak di air. Peganglah kedua tangannya dan mintalah anak untuk menendang air.

    5. Belajar Gerakan Utama

    Setelah anak terbiasa dengan air, dan sudah dapat melakukan hal-hal dasar, tahap selanjutnya ajarilah gerakan utama berenang.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID 

    Baca: Tips Aman Berenang di Era New Normal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?