Penyebab Munculnya Alergi di Pagi Hari

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang bersin. shutterstock.com

    Ilustrasi orang bersin. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada penderita alergi dan hanya mengalami gejala seperti bersin-bersin di pagi hari. Salah satu penyebabnya bisa jadi tempat tidur, ungkap ahli alergi dan imunolog dari Los Angeles, Robert Eitches.

    "Tungau debu adalah serangga kecil di tempat tidur. Begitu kotorannya berada di udara, maka bisa masuk ke hidung dan tubuh dan memicu hidung dan mata gatal, hidung tersumbat, dan asma," katanya, seperti dikutip dari Livestrong.

    Serangga mikroskopis ini menyukai tempat tidur berbulu dan produk bulu menjadi rumah bagi mereka karena ada banyak sudut dan celah untuk berdiam. Terlebih lagi apabila tidur dengan hewan peliharaan, Anda mungkin juga bereaksi terhadap bulu mereka.

    Untuk menghentikan bersin, sebaiknya gunakan kasur yang memiliki jumlah benang setidaknya 400 karena kain tenun yang rapat memungkinkan penetrasi tungau debu lebih sedikit. Setiap tiga bulan, cuci bantal dan selimut dan keringkan. Apabila mencari kasur baru, ketahuilah kasur busa tidak bisa menahan hadirnya tungau debu.

    Penyebab alergi lain bisa dari serbuk sari atau alergen dari luar rumah. Ketika menarik dan mengembuskan napas dalam-dalam selama aktivitas fisik, Anda menyedot lebih banyak serbuk sari.

    Untuk menghentikan bersin, apabila merasa aman berada di pusat kebugaran, pertimbangkan untuk kembali ke tempat itu karena termasuk lingkungan yang relatif bebas tungau dan serbuk sari. Jika tidak, pindahkan olahraga ke dalam ruangan di rumah dan nyalakan AC daripada berolahraga di dekat jendela yang terbuka. Anda perlu mengidentifikasi pemicu alergi, juga menyediakan obat karena mungkin dibutuhkan.

    Baca juga: Pakar Sebut Atlet Harus Memperhatikan Risiko Alergi saat Olahraga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.