Tempe Kaya Nutrisi yang Makin Kondang, Dunia Mengenal Sebagai Superfood

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tempe. (doctortempeh.com)

    Ilustrasi tempe. (doctortempeh.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu makanan olahan dari kedelai yang sudah melekat dengan masyarakat Indonesia yaitu tempe. Makanan yang kerap dijadikan lauk bahkan menjadi cemilan ini sangat digemari oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Yang membuat makanan ini menjadi favorit di Indonesia yaitu harganya yang murah, bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan, dan yang paling penting, kaya akan berbagai macam nutrisi di dalamnya.

    Dengan berbagai alasan tersebut, tidak heran jika tempe sering menghiasi meja makan banyak orang. Namun, eksistensi tempe sebagai makanan yang kaya akan manfaat tidak hanya berkembang di Indonesia atau negara-negara Asia, khsusunya Asia Tenggara, bahkan tempe sudah menjadi makanan yang mendunia.

    ‘Tempeh’ begitulah masyarakat Eropa atau Amerika menyebut makanan ini. Dengan populernya makanan ini di dunia barat, tidak lepas dari berbagai organisasi yang menggaungkan tempe sebagai makanan yang juga dijuluki sebagai superfood. Salah satu organisasi yang memperkenalkan tempe ke belahan dunia barat yaitu Indonesian Tempe Movement.

    Organisasi ini mempromosikan tempe sebagai makanan sehat, ramah lingkungan, dan sumber protein yang terjangkau. Selain itu, organisasi tersebut kerap melakukan inovasi pengolahan tempe, supaya tak terlihat membosankan dan tampak selalu menarik.

    Dr Amadeus Driando Ahnan-Winarno, pendiri dari organisasi Indonesian Tempe Movement mengatakan, awal mulanya ia memperkenalkan tempe ke dunia karena ia ingin mendapatkan tubuh yang sixpack, namun bosan dengan berbagai makanan seperti ayam, daging, ataupun telur. Berbekal ilmu sains yang dimiliki ia mencoba mencari data ilmiah terkait tempe.

    Setelah itu ia menemukan banyak manfaat dari tempe seperti, Mulai dari proteinnya, serat, rendah gula, juga rendah kadar garam, rendah karbo, serta vitaminnya. Lebih lanjut, menurutnya tempe memiliki relevansi dengan kegiatan body building.

    Tidak hanya memperkenalkan tempe hingga ke mancanegara, Driando bersama teman-temannya yang berasal dari Indonesia, Inggris, Italia, dan Hong-kong membuat perusahaan makanan yang ia mereka beri nama Better Nature di tahun 2018.

    Hal ini berawal ketika mereka mengikuti kompetisi inovasi bioteknologi di Cambridge University. Saat itu Ando membawa prototipe tempe yang menjadi formula Better Nature sekarang. Ia juga menjelaskan kandungan gizi tempe dibanding sumber gizi hewani dan perbandingan jumlah energi yang dibutuhkan untuk produksi tempe dibanding produksi pangan hewani.

    Menukil dari kanal resmi Asosiasi Keluarga Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia atau AKG FKM UI, akg.fkm.ui.ac.id, tempe yang saat ini menjadi superfood karena memiliki berbagai kandungan gizi, seperti jumlah protein yang tinggi, serta berbagai vitamin dan mineral. Tempe juga dikenal akan kandungan proteinnya yang tidak kalah dengan daging sapi, dengan 100 gram bahan makanan, tempe memiliki 20,8 gram protein sedangkan pada daging sapi 17,5 gram.

    Lebih lanjut, tempe juga mengandung elemen yang berguna bagi tubuh, yaitu, asam lemak, vitamin, mineral, dan antioksidan. Proses fermentasi pada tempe meningkatkan jumlah asam lemak tidak jenuh majemuk, yang bermanfaat untuk menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh. Tempe juga mengandung vitamin B12 yang membuatnya menjadi sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati.

    GERIN RIO PRANATA

    Baca: Sandiaga Usul ke Unesco Agar Tempe Jadi Warisan Budaya Dunia Susul Rendang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?