Perut Buncit, Kenali 4 Penyakit yang Menyertainya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perut buncit bisa disebabkan oleh stress eating akibat pola tidur yang buruk.  (Canva)

    Perut buncit bisa disebabkan oleh stress eating akibat pola tidur yang buruk. (Canva)

    TEMPO.CO, Jakarta - Memiliki perut buncit ternyata memang menakutkan pasalnya, tidak hanya mengganggu penampilan dan menghilangkan rasa percaya diri. Parahnya lagi, perut buncit juga dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan bahkan kanker di kemudian hari.

    Perut buncit disebut juga dengan obesitas sentral atau obesitas abdominal. Yang mana istilah tersebut merujuk pada keberadaan lemak yang terlalu banyak di area perut.

    Menurut WHO, seseorang yang dikategorikan memiliki perut buncit apabila memiliki ukuran pinggang atau perutnya sekitar 90 cm untuk pria, sedangkan untuk wanita sekitar 80 cm, kurang dari masih dikategorikan sebagai perut yang ideal.

    Oleh karena itu, berikut ini beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan dari perut buncit,

    1. Kemungkinan terkena penyakit jantung dan juga stroke.
    Hal yang dapat memicu kemungkinan terjadinya penyakit jantung ialah kumpulan lemak yang terdapat dalam tubuh  yang dapat mengeluarkan senyawa peradangan atau sitokin serta hormon yang mengganggu metabolisme tubuh. Dengan adanya zat sitokin dapat berakibat terjadinya peradangan dalam tubuh. Tidak hanya itu, sitokin juga diyakini dapat memicu timbulnya penyakit kangker seperti kangker usus besar serta kanker kerongkongan. 

    2. Pemicu diabetes
    Perut buncit juga dapat menyebabkan penyakit diabetes pada tubuh, salah satu faktornya yaitu berlebihnya kandungan lemak dalam tubuh yang sangat berbahaya karena dapat melemahkan fungsi insulin dalam mengontrol gula darah di dalam tubuh. Sehingga memungkinkan penderitanya terkena penyakit diabetes.

    3. Demensia
    Demensia atau pikun merupakan penyakit yang dapat diderita oleh orang yang memiliki perut buncit. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Department of Cardiology Oita Red Cross Hospital di Jepang yang mengungkapkan bahwa orang yang memiliki perut buncit atau kadar lemak yang berlebih mengalami perubahan yang tidak normal pada volume hippocampus dan resistensi insulin.
    Dalam artian orang yang memiliki perut buncit cenderung berisiko mengalami demensia alias pikun dibandingkan yang perutnya tidak buncit.

    4. Kolesterol tinggi.
    Orang yang memiliki perut buncit biasanya juga mempunyai kadar kolesterol yang cenderung tinggi. Hal tersebut disebabkan karena kandungan lemak yang terdapat pada perut terletak dekat dengan pembuluh darah yang menghubungkan usus ke hati. Hal tersebut memungkinkan lemak perut akan melepaskan substansi yang mengandung asam lemak bebas dan kemudian ikut terbawa ke hati. Hal tersebut akan menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol total serta kolesterol jahat pada tubuh.

    SABAR ALIANSYAH PANJAITAN 

    Baca: 4 Penyebab Perut Buncit Wanita, Benarkah Setelah Menopause?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.