Perlu Cek Trigliserida, Ketahui Penyebab dan Bahaya Trigliserida Tinggi?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengambil sampel darah saat pemeriksaan kesehatan sopir bus di Terminal Tirtonadi, Surkarta, 13 Juli 2015. Pemeriksaan kesehatan tersebut guna memastikan sopir dalam keadaan sehat, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan. TEMPO/Bram Selo Agung

    Petugas mengambil sampel darah saat pemeriksaan kesehatan sopir bus di Terminal Tirtonadi, Surkarta, 13 Juli 2015. Pemeriksaan kesehatan tersebut guna memastikan sopir dalam keadaan sehat, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, JakartaTrigliserida adalah salah satu jenis lemak yang banyak ditemukan di dalam darah. Trigliserida dihasilkan oleh organ hati, namun sebagian besar berasal dari makanan, seperti daging, keju, susu, nasi, minyak goreng, dan mentega. Lemak dari makanan yang dikonsumsi akan dipecah dan diubah menjadi energi.

    Selain asupan lemak yang berlebihan, tingginya trigliserida dalam darah juga dipicu karena jarang berolahraga. Ketika asupan trigliserida dari makanan melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh, maka akan terjadi peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida yang tinggi diduga dapat memicu penebalan pada dinding pembuluh darah, sehingga berisiko terjadi stroke dan serangan jantung.

    Kadar trigliserida diukur dalam satuan milimeter per desiliter (mg/dL), kemudian dinilai berdasarkan kategori Normal yaitu kurang dari 150 mg/dL, kategori Batas tinggi yaitu 150-199 mg/dL, kategori Tinggi yaitu 200-499 mg/dL, dan kategori Sangat tinggi, yaitu Lebih dari 500 mg/dL. Kadar trigliserida tinggi dan sangat tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

    Kadar trigliserida yang mendekati angka 1000 mg/dL berisiko menyebabkan peradangan pankreas atau pankreatitis. Oleh sebab itu, penting untuk seseorang menjaga pola makan dan menjalani gaya hidup sehat untuk menurunkan trigliserida. Dikutip dari berbagai sumber, cara mencegah trigliserida yaitu:

    ADVERTISEMENT

    1. Mengonsumsi lemak sehat

    Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh, seperti kacang-kacangan, gandum utuh, buah apel, pir, dan alpukat, serta ikan salmon. Selain itu, ganti penggunaan minyak sayur dengan minyak zaitun atau minyak kanola.

    2. Membatasi konsumsi gula dan makanan berbahan dasar tepung

    Gula dan makanan yang terbuat dari tepung adalah jenis karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam tubuh.

    3. Membatasi konsumsi minuman beralkohol

    Minuman beralkohol merupakan jenis minuman tinggi kalori dan gula, sehingga berisiko meningkatkan kadar trigliserida.

    4. Berolahraga secara teratur

    Lakukan olahraga setidaknya 30 menit tiap hari. Aktivitas fisik dapat menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kolesterol baik.

    5. Berhenti merokok

    Merokok selain dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke, juga diduga dapat meningkatkan trigliserida.

    Trigliserida tinggi dapat terdeteksi melalui tes trigliserida pada pemeriksaan darah. Tes ini merupakan bagian dari cek kolesterol atau profil lemak. Pemeriksaan profil lemak sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 4-6 tahun sekali untuk memantau kadar lemak, yang bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Untuk mendapatkan hasil tes yang akurat, pasien dianjurkan berpuasa selama 8-12 jam sebelum pengambilan darah.

    WINDA OKTAVIA

    Baca: Lain Kolesterol Lain Trigliserida


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?