Cara Mendeteksi Alat Swab Saat Tes Covid-19 Masih Baru atau Bekas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaSwab merupakan salah satu metode tes Covid-19 yang banyak digunakan, selain deteksi lewat embusan napas dengan alat GeNose. Caranya, memasukkan sebatang lidi berujung kapas untuk mengambil sampel lendir lewat hidung dan mulut.

    Dokter Spesialis Patologi Klinik Laboratorium Rumah Sakit Primaya Karawang, Hadian Widyatmojo mengatakan orang yang hendak menjalani swab tes harus memastikan alat swab yang digunakan masih baru alias bukan bekas pakai. Perhatikan bagian perlekatan kemasan, harus dalam keadaan sempurna seperti dari pabrik, bukan memakai lem atau double tape. "Pastikan alat swab masih dalam kemasan dan tersegel," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo.

    Hadian menyarankan masyarakat yang hendak menjalani swab tes Covid-19 agar tidak ragu meminta petugas memperlihatkan alat swab masih baru. "Alat swab masih di dalam kemasan dan dibuka di depan pasien," katanya. Pertugas juga semestinya menanyakan ulang nama pasien sebelum memeriksa untuk menghindari kesalahan identitas.

    "Anda bisa mencurigai jika tidak melihat alat swab tersebut dibuka dari tempatnya di depan Anda," ujar Hadian. Petugas mesti membuka pembungkus alat swab sesaat sebelum tindakan swab dilakukan untuk menjaga tetap steril dan mencegah terkontaminasi.

    Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit Primaya Bekasi Barat, Dwi Fajaryani menyatakan seluruh alat swab tidak dapat digunakan kembali. "Itu adalah alat sekali pakai dan dibuang setelah digunakan," katanya. Penggunaan alat swab bekas sangat berisiko pada kesehatan dan penyebaran virus corona kepada pasien lainnya.

    Ilustrasi Rapid Test Antigen / Swab Test Antigen. REUTERS/Juan Medina

    Berikut detail apa saja yang harus diperhatikan untuk memastikan alat swab benar-benar baru dan masih layak pakai:

    • Bagian pelekat kemasan masih rapi

    • Penutup kemasan alat swab bukan dari lem, double tape, isolasi, dan sejenisnya

    • Alat swab ditunjukkan dan dibuka di depan orang yang hendak dites

    • Permukaan tongkat swab atau swab stik berwarna putih bersih

    • Tongkat swab masih mulus atau tidak kelihatan bergerigi

    • Tongkat swab tidak beraroma

    • Alat swab belum kedaluwarsa
      Umumnya alat swab bisa bertahan bertahun-tahun dari masa produksi.

    • Alat swab harus dilengkapi Nomor Izin Edar atau NIE dari Kementerian Kesehatan
      Minta petugas memperlihatkan Sertifikat NIE dari vendor alat.

    Dwi Fajaryani menambahkan, masyarakat umum tidak dapat membeli alat swab dan menggunakannya sendiri. "Proses swab harus dilakukan dan dalam pengawasan tenaga medis ahli," katanya. Penggunaan alat swab yang tepat yaitu dengan memasukkan ke rongga hidung sampai batas nasopharings. Sementara yang melalui rongga mulut sampai batas oropharings, lalu diusap bolak balik dengan stik swab.

    #CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker

    Baca juga:
    Kasus Alat Rapid Test Ilegal di Jawa Tengah, Polisi: Omzet Capai Rp 2,8 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.