Karyawan Sakit Izin Tidak Masuk Kerja Diatur UU, Tapi Perhatikan Juga Etikanya

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beredar video melalui tiktok oleh seorang Coach dibidang bisnis bernama Tom Martin Charles Ifle, yang menjelaskan tipe tipe karyawan, salah satunya karyawan yang sering izin sakit. Ia menyebut seorang karyawan yang sering kali izin sakit, namun masih dapat berangkat ke kantor, ialah karyawan yang hanya ingin mensabotase bisnis pada perusahaan tersebut.

    Video tersebut tersebar di sosial media lainnya, seperti Instagram dan Twitter. Banyak netizen yang menanggapi konten dari seorang coach tersebut.

    Menanggapi  video yang ramai diperbincangkan netizen tersebut terkait izin sakit karyawan tak masuk kerja. Pemerintah telah mengatur masalah izin tidak bekerja terutama ketika sakit.  Hal ini tercantum pada UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dalam Pasal 93, berisikan:

    1. Upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan
    2. Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku, dan pengusaha wajib membayar upah apabila:
    • Pekerja/buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan
    • Pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan
    • Pekerja/buruh tidak masuk bekerja karena pekerja/buruh menikah, menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan anaknya, isteri melahirkan atau keguguran kandungan, suami atau isteri atau anak atau menantu atau orang tua atau mertua atau anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia.

    Disamping hal itu, ketika seorang karyawan terserang penyakit yang memungkinkan mereka tidak dapat bekerja. Ada baiknya tetap memperhatikan etika yang tak boleh diabaikan.

    Jangan sampai, ketidakhadiran Anda merepotkan teman kantor lainnya. Berikut beberapa etika yang sebaiknya diterapkan ketika izin tidak hadir bekerja.

    Pertama, beri kabar. Pentingnya memberi kabar kepada orang orang kantor terutama pihak personalia, atasan, dan orang-orang yang terkait dengan pekerjaan sesegera mungkin.  Sebaiknya ketika meberi kaabr izin kerja karena sakit, beri surat keterangan istirahat dari dokter. Penting supaya meyakinkan atasan, bahwa memang kita tidak bisa masuk kerja seperti biasa.

    Kedua, tetaplah siap sedia. Bisa jadi hari itu, sudah membuat janji pertemuan atau rapat penting dengan atasan atau klien. Meski telah menyerahkan tugas-tugas kepada orang yang dipercaya, pastikan bersedia dan bisa dihubungi dalam keadaan darurat, karena mungkin saja ada seseuatu yang urgent.

    Ketiga, bertanggung jawab. Sebaiknya jika dirasa masih sanggup, cobalah menghubungi orang kantor untuk menanyakan apakah semua pekerjaan berjalan baik dan tidak ada masalah. Kepedulian terhadap pekerjaan yang ditinggalkan menunjukkan seorang karyawan orang yang bertanggung jawab.

    Keempat, gunakan waktu istirahat dengan baik. Kesehatan adalah nomor satu. Seorang karyawan tak perlu memaksakan diri terlibat terlalu jauh dalam urusan pekerjaan, jika benar-benar tak kuat lagi.

    WILDA HASANAH

    Baca juga: Karyawan Ingin Memulai Usaha, Cek yang Perlu Dipersiapkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.