Kiat Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pemulihan Cedera

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cedera lutut. all4women.co.za

    Ilustrasi cedera lutut. all4women.co.za

    TEMPO.CO, Jakarta - Bila cedera, selain merasakan sakit fisik, ternyata orang berpotensi mengalami tekanan mental. Hal tersebut merupakan tantangan umum yang dihadapi oleh orang-orang yang pernah cedera. Apabila terluka dan sedang melalui proses pemulihan, hal tersebut bisa sangat melelahkan, menakutkan, dan membuat frustrasi.

    Kondisi tersebut juga dapat memicu perasaan terisolasi, depresi, marah, takut, sedih, dan malu. Merasa di luar kendali atau mati rasa juga mungkin terjadi. Perlu diingat, memulihkan kesehatan mental bisa lebih sulit daripada fisik.

    Namun, penyembuhan keduanya bisa berjalan beriringan. Melansir dari integrisok.com, berikut lima tips untuk menjaga kesehatan mental saat pulih dari cedera.

    Terima dan akui perasaan
    Mengalami cedera mungkin berarti tidak dapat berpartisipasi dalam olahraga atau aktivitas sehari-hari. Anda mungkin akan mengalami lima tahap kesedihan, yaitu penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Tahapan-tahapan ini tidak selalu terjadi secara berurutan.

    Kendalikan yang memungkinkan
    Kebanyakan orang akan mengalami semacam cedera yang membutuhkan pemulihan. Rutinitas sehari-hari akan terganggu dan menimbulkan frustrasi, tidak berdaya, atau keduanya. Membuat jadwal kegiatan sehari-hari dapat membantu merasa lebih terkendali. Jika cedera membuat tidak dapat bekerja atau melakukan rutinitas normal, maka buatlah jadwal baru.

    Tetapkan tujuan yang jelas
    Menetapkan tujuan dapat membantu memandu perilaku, menciptakan fokus, dan membantu kita merasa lebih terkendali. Mencapai tujuan dapat membangun harga diri dan menjaga tujuan tetap jelas. Buatlah tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu agar dapat menerapkan tujuan tersebut.

    Terima atau minta bantuan orang lain
    Banyak jenis cedera dapat menyebabkan tekanan mental yang serius, seperti akibat kecelakaan dan jenis cedera muskuloskeletal lain. Cedera dalam bentuk apapun bisa menjadi traumatis. Jika tidak diobati dapat memperlambat pemulihan mental, fungsional, dan fisik. Hal ini dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa sulit atau tidak dapat diatasi. Mintalah bantuan profesional yang dapat membantu mengobati tekanan mental yang sedang diderita.

    Tumbuhkan optimisme
    Sangat mudah untuk tenggelam dalam pikiran dan suasana hati negatif ketika cedera telah membawa tantangan besar ke dalam hidup seseorang. Memberikan kalimat penyembuhan yang dapat diulangi setiap hari dapat membantu meningkatkan optimisme. Cara lain untuk meningkatkan optimisme seperti membuat buku harian rasa syukur atau melakukan sesuatu yang membuat Anda merasa sehat, seperti membaca buku bagus atau menonton film lucu.

    Baca juga: Lama Tak Olahraga, Perhatikan Hal Ini saat Mulai Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.