Kunci Pribadi Sukses: 3 Strategi Membangun Optimistis dari Cara Berpikir Positif

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria sukses. shutterstock.com

    Ilustrasi pria sukses. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika seseorang menghadapi rintangan besar, orang-orang kerap kali dihadapkan kesulitan untuk optimistis. Munculnya perasaan pesimis, membuat perasaan seseorang cenderung dikuasai oleh rasa takut, frustrasi, dan kekecewaan, kelambanan dan keragu-raguan, untuk menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi seseorang, menjadi optimis menjadi jalan terakhir.

    Seseorang memiliki pandangan hidup optimistis ataupun pesimis bisa jadi menjadi karakter dan kepribadian seseorang yang telah mendarah daging.

    Untuk mengetahui seseorang memiliki dominan optimisme ataupun pesimisme dapat diukur melalui tes kepribadian.  Metode untuk mengukur optimisme salah satunya menggunakan Tes Orientasi Kehidupan, ini berguna untuk mendefinisikan kondisi asli optimisme, atau menggunakan Kuesioner yang dirancang untuk menguji optimisme.

    Pentingnya seseorang menjadi optimis merupakan salah satu cara terbaik di mana seseorang dapat menghadapi tantangan berat dalam hidup. Seseorang yang memiliki pandangan hidup yang optimis juga memiliki manfaat kesehatan.

    Dilansir dari laman resmi lifehack.org, seseorang yang tinggal di tempat di mana ia merasakan ketakutan dan kecewa sehingga tidak memiliki energi dan tidak ada harapan tidak baik untuk kesejahteraan kehidupan seseorang. Optimisme juga dapat membantu orang mengatasi penyakit dan pulih dari operasi.

    Definisi optimisme, adalah sikap mental yang ditandai dengan harapan dan keyakinan akan kesuksesan dan masa depan yang positif. Optimis adalah mereka yang mengharapkan hal-hal baik terjadi, di mana pesimis malah memprediksi hasil yang tidak menguntungkan.

    Maka dari itu seseorang penting seseorang untuk membangun optimisme dalam diri mereka.  

    Menjadi seorang optimis membuka Anda untuk mengeksplorasi ide-ide baru, pengalaman baru, dan kemungkinan baru. Ini membebaskan Anda untuk mempertimbangkan pilihan baru tentang bagaimana Anda dapat menjalani hidup Anda menjadi lebih baik. Ini membantu Anda melihat ke masa depan dengan harapan dan kepositifan.

    Namun, menjadi seorang optimis tidak selalu berarti bahwa akan selalu berhasil menghadapi tantangan hidup. Memiliki pola pikir positif bersama dengan pandangan optimis meningkatkan peluang untuk dalam menghadapi tantangan dalam hidup.

    Menerapkan tiga strategi ini akan membantu Anda melawan rintangan yang Anda hadapi dalam hidup sambil tetap menjadi orang yang optimistis dengan selalu berpikir positif.

    1. Gunakan Model WOOP

    Seorang psikolog asal Jerman menggagas idenya bersama rekannya Peter Gollwitzer, dan menghasilkan latihan motivasi yang disebut WOOP atau wish, outcome, obstacle, plan yaitu keinginan, hasil, hambatan, rencana. Dengan ini, seseorang harus menerapkan empat hal berikut dalam hidupnya ,

    • Menginginkan sesuatu yang ingin Anda capai.
    • Membayangkan hasil yang baik.
    • Memeriksa rintangan yang mungkin menghalangi
    • Membuat rencana untuk mengatasi hambatan tersebut.

    Mengetahui cara mengaktifkan pandangan hidup yang positif dan optimis untuk mendapatkan hasil yang diinginkan adalah kunci untuk membangun ketahanan untuk mengelola tantangan hidup. Memiliki pandangan hidup yang positif membutuhkan wish, outcome, obstacle, plan untuk mewujudkan tujuan, sehingga a dapat mulai merasa senang mencapai tujuan yang telah di tetapkan dalam kehidupan.

    1. Kembangkan Pola Pikir Positif dan Optimis

    Mengadopsi pola pikir positif dapat membantu seseorang melewati masa-masa sulit. Namun, jika tidak hati-hati, seseorang cenderung fokus memikirkan pikiran positif dan membuang semua yang negatif. Ini bisa melelahkan dan bukan cara yang realistis untuk menghadapi tantangan hidup

    Kombinasi pola pikir positif dan pandangan hidup optimis yang realistis merupakan salah satu cara untuk berhasil menghadapi rintangan yang hadapi dalam hidup.

    1. Kenali Pikiran Negatif

    Ketika menghadapi masa-masa yang menantang dalam kehidupan dan sulit untuk mempertahankan pandangan optimis tentang hidup. Namun, tidak dapat mendorong atau mengubur perasaan negatif apa yang tidak diharapkan dalam kehidupan akan bertahan.

    Cara terbaik untuk tetap optimis terlepas dari tantangan yang dihadapi adalah dengan mengakui bahwa hal-hal buruk terjadi. Mengabaikan realitas tidak akan membantu.

    Maka dari itu, bersikap realistis tentang situasi penting bagi seseorang untuk mencari cara terbaik untuk keluar dari masalah yang tengah dihadapi. Pandangan hidup yang sehat dan realistis adalah cara yang bagus untuk menerima bahwa semua yang dapat dilakukan adalah yang terbaik dan akan baik-baik saja, apa pun hasilnya.

    Ketika pikiran negatif luangkan waktu sejenak untuk menilai seberapa realistis pikiran. Membingkai ulang pikiran negatif menjadi pernyataan yang lebih realistis yang dapat membantu seseorang mempertahankan pandangan optimis tentang masa depan dan solusi potensial.

    Memiliki sikap optimistis, seseorang dapat lebih percaya pada harapan, peluang, dan masa depan yang lebih cerah. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pandangan hidup optimistis dan positif memungkinkan seseorang untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia, terlepas dari kemungkinan yang yang tidak diharapkan.

    WILDA HASANAH

    Baca: Sikap Optimistis Kunci Hidup Sehat Jiwa raga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.