Yang Perlu Dilakukan Pasien Autoimun Bila Terinfeksi Covid-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan terbaring di atas tempat tidur rumah sakit. (Unsplash.com/Sharon McCutcheon)

    Ilustrasi perempuan terbaring di atas tempat tidur rumah sakit. (Unsplash.com/Sharon McCutcheon)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri. Bagaimana jika pasien positif Covid-19? Normalnya, sistem kekebalan tubuh bekerja melindungi sel dan organ dari zat asing seperti virus dan bakteri.

    Ketika zat asing masuk tubuh, sistem kekebalan tubuh akan melepas protein yang disebut antibodi untuk melawan dan mencegah terjadinya penyakit. Namun, bagi penderita autoimun, sistem kekebalan tubuh bekerja sebaliknya. Sistem imun itu tidak bisa membedakan mana zat asing dan mana sel tubuh sendiri sehingga antibodi yang dilepaskan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh tersebut. Hal inilah yang membuat orang dengan penyakit autoimun menjadi salah satu yang paling rentan terhadap Covid-19.

    Beberapa hal yang bisa dilakukan penderita autoimun agar tidak tertular Covid-19 yaitu memastikan penyakitnya terkendali dengan baik, menggunakan masker dengan benar, terutama ketika berada di tempat umum, memperketat protokol kesehatan, vaksinasi Covid-19 jika sudah mendapat izin dari dokter yang merawat, dan jika memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid perlu segera melakukan pemeriksaan swab PCR atau antigen.

    Lalu, bagaimana jika pasien autoimun terkonfirmasi positif Covid-19? “Saya menganjurkan pasien autoimun tetap berkonsultasi ke dokter jika terkonfirmasi Covid-19. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan isolasi mandiri atau harus dirawat,” kata Sandra Sinthya Langow, internis konsultan reumatologi di Siloam Hospital Lippo Village.

    ADVERTISEMENT

    Pasien autoimun yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus segera menemui dokter karena berisiko terkena gejala berat. Penanganan awal akan meminimalkan risiko perburukan. Jangan menunggu saat kondisi memburuk untuk pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat

    Bagi penderita dengan kondisi autoimun berat dan tidak stabil, lansia, memiliki penyakit penyerta seperti sakit gula, jantung, hipertensi, gemuk, penyakit paru kronik, dan lainnya untuk memberikan perhatian khusus.

    “Saya menganjurkan pasien autoimun yang memiliki banyak penyakit penyerta seperti sakit jantung, sakit ginjal, sakit gula, terlebih untuk lansia agar dirawat,” kata Sandra di laman Instagramnya @sandrasinthya.

    Meskipun gejala ringan, risiko perburukan sangat besar. Dokter juga akan mengatur obat imunosupresan yang akan dikonsumsi. Sebagian besar obat imunosupresan tidak boleh dilanjutkan selama terinfeksi Covid-19. Selain itu, obat jenis apa yang bisa dilanjutkan dan yang harus dihentikan akan ditentukan oleh dokter autoimun.

    “Yang paling penting adalah tetap tenang. Patuhi anjuran dokter, minum obat sesuai arahan dokter, makan makanan bergizi, serta tidur yang cukup” tuturnya.

    Baca juga: Gejala Sulit Dideteksi, Ketahui Seputar Penyakit Autoimun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?