Gejala Mirip, Cek Beda Flu dan Infeksi Covid-19 Varian Delta

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit flu/pilek. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak sakit flu/pilek. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sama seperti Covid-19, flu juga disebabkan oleh virus. Meski berbeda, namun keduanya dapat memiliki gejala yang sama. Secara khusus, karena masyarakat telah belajar lebih banyak tentang gejala yang berbeda dan berbagai strain Covid-19, lebih sulit untuk membedakan antara Covid-19, pilek, dan flu.

    Bagaimana bisa tahu pasti apakah itu varian pilek, flu, atau varian Delta? Beberapa gejala klasik virus corona kurang umum untuk pilek, termasuk suhu tinggi serta kehilangan indera perasa dan penciuman. Pakar kesehatan memperingatkan jika memiliki gejala-gejala ini, penting untuk melakukan tes PCR dan melakukan isolasi mandiri. Namun, ada beberapa bukti bahwa Covid-19 varian Delta memiliki gejala yang lebih mirip dengan pilek.

    Sakit kepala, sakit tenggorokan, atau pilek bisa menjadi gejala Covid-19 varian Delta, atau pilek. Flu dan Covid-19 memiliki banyak gejala serupa, seperti suhu tinggi, batuk, dan sesak napas. Namun, flu tidak biasa menyebabkan hilangnya atau perubahan indera perasa dan penciuman, yang dapat terjadi pada Covid-19, tetapi para ahli menyarankan ini tampaknya kurang umum dengan varian Delta.

    Melansir Express, data dari studi ZOE, yang dikumpulkan antara Maret dan Mei 2021, menemukan ada enam kelompok gejala utama yang mungkin mengindikasikan Covid-19, bukan hanya pilek atau flu. Klaster ini meliputi:
    -Seperti flu tanpa demam: Sakit kepala, kehilangan penciuman, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, nyeri dada, tidak demam.

    ADVERTISEMENT

    -Seperti flu dengan demam: Sakit kepala, kehilangan penciuman, batuk, sakit tenggorokan, suara serak, demam, kehilangan nafsu makan.

    -Gastrointestinal: Sakit kepala, kehilangan penciuman, kehilangan nafsu makan, diare, sakit tenggorokan, nyeri dada, tidak ada batuk.

    -Klaster parah dengan kelelahan: Sakit kepala, kehilangan penciuman, batuk, demam, suara serak, nyeri dada, kelelahan.

    -Klaster yang lebih parah, dengan kebingungan: Sakit kepala, kehilangan penciuman, kehilangan nafsu makan, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, kelelahan, kebingungan, nyeri otot.

    -Klaster yang sangat parah, perut dan pernapasan: Sakit kepala, kehilangan penciuman, kehilangan nafsu makan, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, kelelahan, kebingungan, nyeri otot, sesak napas, diare, sakit perut.

    Hidung meler bisa menjadi gejala virus corona, kata Yayasan Jantung Britania. Hidung meler adalah salah satu dari empat gejala teratas varian Delta. Ini juga merupakan gejala umum dari pilek dan bisa menjadi gejala flu juga.

    “Jika pilek, hal teraman yang harus dilakukan adalah melakukan tes virus corona. Rata-rata, dibutuhkan lima hari untuk gejala virus corona muncul, tetapi bisa memakan waktu hingga 10 hari,” kata badan amal kesehatan itu.

    Profesor Tim Spector, yang menjalankan studi Zoe Covid Symptom, mengatakan terkena varian Delta bisa terasa lebih seperti flu yang parah. Sejak awal Mei, tim mereka telah melihat gejala teratas di pengguna aplikasi dan tidak sama seperti sebelumnya.

    Varian ini tampaknya bekerja sedikit berbeda. Orang-orang mungkin mengira mereka baru saja terkena flu musiman dan masih pergi ke pesta dan mungkin menyebarkan ke enam orang lainnya.

    “Pesan di sini adalah jika masih muda, Anda akan mendapatkan gejala yang lebih ringan. Ini mungkin hanya terasa seperti pilek atau perasaan tidak enak, tetapi tetaplah di rumah dan lakukan tes," tambahnya.

    Baca juga: Gejala dan Bahaya Covid-19 Varian Delta yang Perlu Diwaspadai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?